Banyuwangi (beritajatim.com) – Kampoeng atau Kampung Cungking merupakan salah satu daerah di dekat Kota Banyuwangi. Daerah ini masih memegang kuat tradisi masyarakat suku Osing.
Kondisi itu yang memunculkan sebuah kegiatan dari warganya untuk selalu melestarikan. Salah satunya dengan menggelar festival Kampoeng Cungking.
Festival tersebut mengedepankan potensi daerah yang selama ini ada. Tujuannya, tidak lain untuk memberikan ruang bagi warganya mengenal kembali dan membuat tradisi lebih lestari.
Akhir pekan ini, warga setempat menggelar Bazar Kuliner Kampoeng Cungking di sepanjang Jalan Kendang Kempoel. Setidaknya ada 86 stand UMKM yang menjajajakan berbagai menu makanan dan minuman.
Di bazar ini para pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner khas Banyuwangi mulai dari jajanan tradisional hingga makanan tradisional.
“Ini semakin memperkaya alternatif wisata kuliner di Banyuwangi. Kita bisa menikmati aneka ragam kuliner sekaligus promosi makanan khas Banyuwangi,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Sabtu (9/11/2024).
Sugirah menyebut, Bazar Kuliner Kampoeng Cungking ini melengkapi ragam wisata kuliner Banyuwangi yang kini tengah dikembangkan dengan segmentasi khusus di beberapa lokasi.
Di antaranya, Arabian Street Food, di Kampung Arab, Lateng, yang menawarkan kuliner khas timur tengah, serta berbagai pasar kuliner yang tersebar di sejumlah desa.
“Semoga dengan adanya sentra baru ini bisa semakin menggeliatkan pendapatan UMKM di Banyuwangi,” terangnya.
Salah satu peserta bazar yakni Dapoer Kulon misalnya. Stand ini menyajikan kuliner khas Banyuwangi seperti nasi tempong dengan sambel semanggi.
Begitu juga Warung Kendang Kempoe yang sengaja menjajakan aneka rujak. Sajian rujak itu di antaranya, rujak soto, rujak cemplung, rujak cingur, dan lainnya.
“Alhamdulillah ramai pengunjung, semoga bazar ini bisa rutin digelar,” harap Rumi, pemilik Dapoer Kulon.
Bazar tersebut bahkan mengundang perhatian wisatawan mancanegara. Saravejo Alves dan Mirabel asal Spanyol menyempatkan menikmati Nasi Tempong dan makanan lainnya. “Kota ini luar biasa. Setiap hari selalu saja ada pesta rakyat yang digelar,” tutur Alves.
Bazar tersebut tak hanya menyajikan kuliner, akan terapi juga menjadi panggung kreativitas bagi anak-anak muda di sekitar Cungking. [rin/suf]






