Surabaya (beritajatim.com) – Khawatir dengan gagalnya perundingan Global Plastic Treaty di Jenewa, Swiss, Aeshnina Azzahra Aqilani menulis surat terbuka kepada kepala delegasi Indonesia dalam konferensi INC 5.2. Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga Surabaya ini sebelumnya juga hadir dan menyampaikan intervensi di INC 4 Ottawa dan INC 5 Busan.
Nina mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengatur regulasi yang menekan produksi plastik dan melindungi generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha dari dampak polusi mikroplastik.
“Konsumsi mikroplastik meningkatkan risiko kanker, gangguan pernapasan, penyakit usus, serta infertilitas pada pria dan wanita. Mikroplastik juga diketahui memicu peradangan—yang merupakan kondisi awal dari kanker—dan kemungkinan mengganggu kerja antibiotik,” kata Nina.
Ia menambahkan, solusi utama adalah mengurangi produksi plastik dan melakukan monitoring ketat terhadap keberadaan mikroplastik di lingkungan.
“Kita butuh aturan global yang mengikat secara hukum tentang bahan-bahan kimia tambahan dalam proses pembuatan produk kemasan makanan dari plastik seperti BPA, Phthalat, dan PFAS yang mencemari lingkungan dan kesehatan manusia. Ketiga bahan ini harus dilarang dan dicantumkan dalam produk plastik agar masyarakat lebih waspada,” ungkap Nina yang tidak hadir secara langsung dalam forum INC.
Surat terbuka ini diharapkan menjadi pengingat bagi delegasi Indonesia untuk lebih tegas dalam mendukung peraturan global terkait plastik demi keberlangsungan kesehatan dan lingkungan. [beq]

as a preferred source on Google




