Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kota Surabaya mewacanakan esport sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah mulai tahun ajaran baru mendatang. Program ini digagas melalui kerja sama dengan Moonton Games, pengembang gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Surabaya, Tri Endang Kustianingsih, menyebut program “MLBB Goes to School” telah menyasar lebih dari 1.280 siswa di berbagai jenjang pendidikan. Ia menilai esport bisa menjadi sarana edukasi yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Strategi berbeda dari pelajaran lainnya, ada kemajuan teknologi, sekolah harus beradaptasi. Karena setelah ini ada AI dan coding sebagai kurikulum yang akan diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkap Tri Endang saat ditemui di Surabaya, Jumat (16/5/2025).
Meskipun data terkait belum dihimpun secara detail, menurut Tri Endang, kolaborasi dengan Moonton Games menjadi pintu awal untuk mewujudkan ekstrakurikuler esport. Rencananya, program ini mulai diterapkan pada awal tahun ajaran baru, seiring kesiapan tenaga pendidik.
“Ini awal untuk ada ekskul di sekolah. Targetnya awal tahun ajaran baru karena guru kan sudah dilatih, sehingga bisa membuat strategi pembelajaran yang baru, game edukatif untuk anak didik kita,” imbuhnya.
Wacana ini bermula dari tingginya minat siswa terhadap dunia gim, yang kini juga dilihat sebagai sarana edukasi, olahraga, dan hiburan. Moonton Games sebelumnya juga telah meluncurkan program MLBB Teacher Ambassador, yang dirancang untuk memberdayakan pendidik di jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat. Program ini menggandeng sekolah-sekolah se-Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. [kun]






