Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya bersiap menyambut era baru transportasi publik dengan kehadiran kereta otonom, Autonomous Rail Rapid Transit (ART), yang diproyeksikan akan beroperasi pada tahun 2027.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transportasi canggih ini, mengikuti jejak Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kalau kita menggunakan angkutan umum, transportasi umum itu, maka harus tepat waktunya berarti ada satu jalur yang memang digunakan untuk autonomus tadi,” ujar Eri Cahyadi, Senin (19/8/2024).
ART, kereta tanpa masinis yang dikemudikan oleh sistem otomatis, kata dia, diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan kemacetan di Surabaya.
Dengan kapasitas 300 penumpang dan kecepatan maksimum 70 kilometer per jam, ART akan beroperasi di jalan raya melalui lintasan virtual yang telah ditentukan sebelumnya.
Meskipun detail anggaran dan panjang jalur masih dalam tahap perhitungan, Pemkot Surabaya optimistis proyek ini akan berjalan sesuai rencana.
“Berapa (anggaran) belum diputuskan akan dihitung dari (anggaran pengadaan) LRT dulu,” ujar politisi PDIP Surabaya ini.
Feasibility Study (FS) yang dijadwalkan pada 2025 akan menjadi langkah krusial dalam memetakan implementasi ART di Surabaya. Dengan estimasi biaya Rp74 miliar per kilometer, proyek ini menuntut perencanaan matang dan efisien.
“Kehadiran ART di Surabaya tidak hanya akan meningkatkan efisiensi transportasi publik, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi di Surabaya. Dengan mengadopsi inovasi transportasi terbaru, Surabaya siap menjadi kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” pungkas dia.[asg]






