Ringkasan Berita
* Pameran perhiasan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2026 ke-29 resmi digelar pada 15–18 Oktober 2026 dengan menghadirkan lebih dari 82 peserta dari industri perhiasan hingga pengrajin IKM dan permesinan.
* Selain menjadi wadah promosi produk perhiasan berdesain etnik budaya berbasis teknologi modern, pameran ini bertujuan memperluas pasar IKM, membuka lapangan kerja padat karya, serta memberikan edukasi investasi emas kepada masyarakat di tengah tren kenaikan harga emas.
—————————————————————————–
Surabaya (beritajatim.com) – Pameran perhiasan bergengsi, Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2026, resmi digelar untuk yang ke-29 kalinya mulai Kamis (15/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026). Sebagai satu-satunya pameran perhiasan internasional di wilayah Jawa Timur, ajang ini diikuti lebih dari 82 peserta yang mencakup produsen perhiasan, distributor, toko emas, IKM pengrajin, desainer, hingga 24 peserta dari sektor mekanika permesinan dan kemasan.
Pameran yang diselenggarakan oleh Indonesia Jewellery Fair ini memegang peranan strategis dalam mendorong investasi di industri kreatif, memperluas akses pasar pengrajin lokal, serta membuka lapangan kerja di sektor padat karya. Di tengah tren lonjakan harga emas dunia dan tingginya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia, SIJF 2026 hadir memberikan akses langsung bagi konsumen untuk mendapatkan produk perhiasan berkualitas dengan harga bersaing.
Tidak hanya sekadar transaksi jual beli, pameran ini memadukan sentuhan desain etnik budaya khas Nusantara dengan penerapan teknologi manufaktur modern terkini. Langkah ini menjadi sarana dorongan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk naik kelas dan menembus pasar global.
Ketua Penyelenggara SIJF 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI), Iskandar Husin, menegaskan keberadaan pameran ini sangat vital bagi pergerakan ekonomi rakyat.
“Pameran ini adalah wadah strategis bagi para pengrajin dan IKM perhiasan tanah air untuk meningkatkan angka penjualan serta memperluas pangsa pasar, baik nasional maupun internasional. Visi kami jelas, yaitu menjadikan pengrajin perhiasan lokal sebagai tuan rumah di negerinya sendiri di tengah era pasar bebas,” ujar Iskandar Husin.
Senada dengan hal tersebut, Ketua APEPI, Jeffrey Thumewa, menambahkan bahwa ajang ini juga membawa misi edukasi bagi masyarakat luas mengenai nilai ganda dari perhiasan emas.
“Di tengah harga emas yang terus merangkak naik, masyarakat perlu teredukasi bahwa perhiasan bukan sekadar penunjang penampilan atau penanda gaya hidup, melainkan juga produk investasi yang tangguh dan bernilai jangka panjang,” ungkap Jeffrey Thumewa.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Perindustrian RI, di antaranya Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, serta Direktur Aneka Ditjen IKMA, Reny Meilany. Kehadiran jajaran pemerintah menguatkan komitmen negara dalam mendukung tumbuh kembang industri perhiasan nasional.
Rangkaian kegiatan Indonesia Jewellery Fair ini rencananya akan dilanjutkan pada pameran Jakarta International Jewellery Fair 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Februari 2027 di Jakarta International Convention Centre (JICC).[rea]






