Ringkasan Berita:
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi pabrik PT Insera Sena atau Polygon Bikes di Sidoarjo, Jumat (16/10/2026).
- Gibran mendorong penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri untuk memperkuat kompetensi dan daya saing SDM muda.
- Siswa SMK Islam Krembung dan SMKN 2 Buduran mendapat kesempatan belajar melalui praktik kerja lapangan dan kunjungan industri.
- Bupati Sidoarjo Subandi menyebut pabrik Polygon berkontribusi terhadap perekonomian melalui produk manufaktur dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri untuk memperkuat kompetensi dan daya saing sumber daya manusia (SDM) muda. Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi pabrik sepeda PT Insera Sena atau Polygon Bikes di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sidoarjo Subandi. Ia meninjau proses manufaktur sepeda sekaligus melihat pembelajaran berbasis industri yang diikuti siswa SMK Islam Krembung dan SMKN 2 Buduran melalui program praktik kerja lapangan (PKL) dan kunjungan industri.
Gibran mengapresiasi kesempatan yang diberikan perusahaan kepada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengenal teknologi dan proses kerja industri secara langsung. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas generasi muda agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Saya mengapresiasi kesempatan yang diberikan perusahaan bagi anak-anak SMK untuk mempelajari langsung teknologi dan cara kerja di dunia industri. Ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas SDM muda Indonesia,” tutur Wapres.
Ia menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan atau link and match antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Melalui pengalaman langsung di lingkungan perusahaan, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori yang dipelajari di sekolah, tetapi juga mengetahui penerapan teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan di tempat kerja.
“Kita perlu perpendek jarak antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan memberi anak muda kesempatan mempelajari teknologi dan cara kerja industri secara langsung,” ungkap Wapres.
Menurut Gibran, penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dapat memperkuat ekosistem pengembangan SDM yang saling melengkapi. Proses tersebut perlu dimulai dari pembelajaran di sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penerapan kompetensi di lingkungan kerja.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mendukung daya saing industri nasional,” ucapnya.
Kepada para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Gibran berpesan agar kesempatan belajar di lingkungan industri dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan mengasah keterampilan. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat mendorong siswa mengembangkan kemampuan berinovasi sebelum memasuki dunia kerja.
“Gunakan kesempatan ini dengan baik. Serap ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal ke depan memasuki dunia kerja. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk menciptakan inovasi,” pesan Wapres.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menilai keberadaan pabrik sepeda Polygon memiliki peran penting bagi perekonomian daerah maupun nasional. Menurutnya, Polygon menjadi salah satu contoh produk manufaktur asal Sidoarjo yang memiliki identitas merek kuat dan mampu bersaing di pasar internasional.
‘Kehadiran pabrik ini membuktikan bahwa produk manufaktur asal Sidoarjo mampu bersaing dan diakui di pasar internasional,” imbuhnya dengan menyebut keberadaan pabrik berskala besar tersebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. [isa/beq]






