Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 14 supplier kesal pada PT Haidasari Lestari selaku pemenang tender untuk menggarap Gedung Graha Pusat Literasi di Jalan Raya Plaosan Magetan. Mereka menyesalkan pihak PT asal Kalimantan Tengah itu karena tagihan mereka tak kunjung dibayar. Total tagihan mencapai Rp 727 juta mulai dari genting, aluminium, kaca, baja, granit. Sekaligus penggarap toilet, gapura dan jembatan.
Mereka pun menerima undangan untuk melakukan mediasi dan difasilitasi oleh Inspektorat Magetan, dan forkopimca Plaosan, di Aula Kantor Kecamatan Plaosan Selasa (11/1/2022). Sayangnya, pihak PT Haidasari Lestari mangkir datang. Padahal sudah dihubungi dan mendapatkan undangan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan selaku leading sektor proyek gedung senilai Rp 7,9 miliar itu.
Sugeng Winardi koordinator supplier mengeluhkan sulitnya dia berkomunikasi dengan Widi Hermanto, Tim Teknis PT Haidasari Lestari. Dia menyayangkan pihak manajemen yang menaungi Widi yang tak segera bisa membayarkan hutang. Padahal, kontrak Pemkab Magetan dengan PT Haidasari Lestari sudah selesai, bahkan gedung itu sudah diresmikan Bupati Suprawoto pada 21 Desember 2021 lalu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-magetan”]
“Memang sebenarnya hal seperti ini wajar. Tapi teknisnya saja yang kami sayangkan. Kami tetap mengedepankan langkah-langkah yang kekeluargaan. Kami tetap berterima kasih pada kontraktor karena bisa menyerap bahan, peralatan, dan tenaga untuk membangun, sehingga kami ingin ini tetap selesai baik-baik,” kata Sugeng usai melakukan mediasi, Selasa (11/1/2022).
Meski begitu, dia tak ingin berfikir buruk pada PT Haidasari Lestari yang bisa saja tetap mangkir jika ditagih hutang. Jika ke depan sampai ada wanprestasi maka dia bersedia melakukan sesuai mekanisme yang ada. “Tapi tetap kami tunggu,” katanya.
Sementara itu, Suhardi Kepala Dinas Arpus Magetan mengungkapkan kalau pihaknya tetap mengusahakan agar PT Haidasari Lestari agar segera membayar. Meski begitu dia membenarkan kalau kontrak dengan pemkab Magetan sudah selesai, namun dia enggan tutup mata jika masih ada permasalahan. “Kami sudah fasilitasi. Tadi sempat telpon langsung sama pihak PT nya, tapi memang jawabannya masih belum memuaskan, kami akan turut kawal,” katanya. (fiq/kun)






