Gresik (beritajatim.com) – Pasca terdegradasi dari Liga 2, Gresik United (GU) belum menunjukkan tanda-tanda persiapan menyambut kompetisi Liga 3 musim 2025. Kondisi ini membuat para pendukung setianya, Ultras Gresik, mendesak manajemen segera bergerak cepat, termasuk menunjuk pelatih dan menggelar seleksi pemain.
“Kalau bisa, kami diwadahi untuk bertemu manajemen, memberikan masukan tentang bagaimana Gresik United menatap Liga 3 supaya tidak jeblok lagi,” ujar pentolan Ultras, Ludiono, Selasa (17/6/2025).
Menurut Ludiono, pertemuan suporter dengan manajemen sangat dinanti dan bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan sebagai bentuk evaluasi bersama demi perbaikan.
“Kami ingin GU menjalani kompetisi Liga 3 dengan persiapan maksimal, termasuk dalam hal pelatih dan rekrutmen pemain, agar bisa segera kembali promosi ke Liga 2,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa diskusi soal masa depan Gresik United sudah ramai diperbincangkan di media sosial internal suporter. Hal ini mencerminkan kecemasan kolektif para pendukung terhadap masa depan tim.
“Di grup suporter sudah ramai. Kami tidak ingin prestasi Gresik United semakin tenggelam di kancah sepak bola nasional,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Gresik United dan Persibo Bojonegoro, dua wakil Jawa Timur, resmi turun kasta ke Liga 3 setelah gagal bertahan di Liga 2 musim sebelumnya. GU, yang dikenal dengan julukan Laskar Joko Samudro, awalnya menempati grup 3 bersama delapan tim lain. Namun, hasil babak penyisihan menempatkan GU di posisi ke-6.
Dalam babak play-off, GU tergabung di Grup J bersama empat tim lain dan hanya menempati posisi keempat. Akibatnya, GU harus menyusul Persibo Bojonegoro dan Persewar Waropen yang juga terdegradasi ke Liga 3. [dny/but]






