Jombang (beritajatim.com) – Sungai Brantas di wilayah Mojokerto hingga Driyorejo Gresik berubah warna. Biasanya air sungai terpanjang di Jawa Timur itu berwarna hijau bening.
Namun sejak 2 Agustus 2023, aliran air tersebut berwarna coklat. Atas kondisi itu, Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) menguji air yang berubah warna tersebut. Hasilnya terjadi penurunan DO atau kendungan oksigen dalam air hingga di bawah 2 mg/l.
Selanjutnya, Jumat (4/8/2023), tim dari Ecoton melakukan penelusuran asal muasal air berwarna coklat tersebut. Tim menemukan sumber warna coklat tersebut saat berada Sungai Brantas wilayah Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. “Diduga buangan limbah,” ujar Prigi Arisandi, pendiri Ecoton, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/8/2023).
BACA JUGA:
Komunitas Lingkungan Malang Bersama Ecoton Pantau Kesehatan Sungai Brantas
Warna coklat pada air Brantas itu juga ditemukan di wilayah Kecamatan Megaluh, hingga Desa Turipinggir. Selain warna kecoklatan, ciri lainnya adalah ditemukannya lendir atau disebut juga yiyit pada air tersebut.
“Maka bisa disimpulkan bahwa sumbernya ada di wilayah hulu (Kediri, Nganjuk atau Tulungagung). Mengingat warna air seperti warna tetes atau limbah dari pabrik. Sumber warna coklat tersebut harus dihentikan,” pungkasnya. [suf]






