Bojonegoro (beritajatim.com) – Debit air Sungai Bengawan Solo meluap. Sesuai papan duga di Taman Bengawan Solo (TBS) wilayah kota Bojonegoro, pada pukul 18.00 WIB, debit sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro memasuki siaga kuning atau siaga II.
Hingga malam ini, debit air masih mengalami kenaikan. Pada Kamis (16/02/2023) puku 18.00 WIB ketinggian air di papan duga TBS diangka 13.06 meter, sedangkan pada pukul 20.00 WIB mengalami kenaikan di titik 13.20 meter. Kemudian pada pukul 22.00 WIB diangka 13.30 meter.
Guna mengantisipasi luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa masuk ke kawasan kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah bersiaga. Diantaranya dengan melakukan pengecekan pintu doorlock dan menyiapkan 500 sandbag.
Pemantauan pintu doorlock diantaranya di Kelurahan Jetak, Ledok Wetan dan Kelurahan Banjarejo. “Total jumlah pintu doorlock sebanyak 36 pintu, yang sudah ada pintu kayu doorlock 6 pintu, dan yang lainnya tidak ada,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bengawan-solo”]
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang berada di tepi sungai Bengawan Solo agar lebih waspada. Ardhian juga meminta kepada masyarakat untuk selalu update situasi dan kondisi cuaca, terlebih sesuai prakiraan BMKG saat ini terjadi cuaca ekstrem hidrometeorologi basah yang akan berlangsung hingga Maret 2023 mendatang. [lus/but]






