Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si memberikan penjelasan terkait sumur air milik warga yang tercemar minyak di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Dinas ESDM Jatim telah berkoordinasi dengan DLHKP Kota Kediri yang ditemui oleh Sekretaris DLHKP Kota Kediri dan Pertamina Region Jatimbalinus, SBM Kediri.
“Pertamina bersedia menindaklanjuti penyelesaian permasalahan sumur warga yang terindikasi limbah BBM ini dengan cara melakukan pengetesan kesesuaian teknis tangki timbun BBM dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dilaksanakan pihak independen yang berkompeten. Kemudian, melakukan pengurasan di 14 sumur warga terdampak karena jarak SPBU ke rumah warga terdampak yang parah hanya berjarak kurang lebih 62 meter,” jelas Nurkholis didampingi Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Jatim, Oni Setiawan, ST. MT, Selasa (19/9/2023).
Dia menjelaskan, Pertamina juga telah melakukan penyediaan dan penyaluran air bersih kepada 14 KK setiap hari sampai proses ini terselesaikan dengan baik.
“Mereka juga telah menyampaikan surat resmi kepada Wali Kota Kediri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait progres hasil pengecekan kesesuaian teknis tiga tangki timbun BBM masing-masing 20 KL, berdasarkan ketentuan yang berlaku. Kondisi di lapangan sampai saat ini masih kondusif, karena masyarakat terdampak sudah diberikan bantuan air bersih,” jelasnya.
Baca Juga: Air Sumur Warga Tercemar, Wali Kota Kediri dan ITS Ambil Sampel
Sekadar diketahui, hasil survei Tim ESDM terkait pencemaran 14 sumur penduduk di Kabupaten Kediri didapatkan kesimpulan bahwa dugaan disebabkan oleh pencemaran BBM akibat kebocoran tangki timbun SPBU yang berjarak kurang dari 62 meter.
Ini setelah pada tanggal 9 September 2023, salah satu sumur warga milik Ibu Sulastri airnya menjadi keruh kehitaman dan berbau. Kemudian, tanggal 11-12 September 2023, ITS sudah melakukan pengambilan sampel air di 14 titik sumur warga serta dilakukan juga geolistrik di sekitar SPBU dan menunggu hasil uji selama 10 hari.
Oleh Pertamina telah dilakukan penutupan SPBU pada 13 September 2023, untuk dilakukan pengurasan dan perbaikan kebocoran tangki timbun BBM kapasitas 20 KL dan dilakukan pengurasan sumur penduduk. Kebutuhan air bersih warga telah disupply PDAM dan air minum dari Pertamina.
“Berdasarkan analisis kegeologian struktur batuan penyusun wilayah Kediri, berasal dari endapan gunung berapi Kelud dan delta Sungai Brantas, sehingga kecil kemungkinan terdapat sumber minyak bumi,” tuturnya.
“Jadi, kemungkinan terbesar adalah akibat kebocoran BBM dari SPBU terdekat yang berlangsung lama. Kemudian, terbawa arus kapiler tanah bersama aliran air tanah dangkal atau limpasan air permukaan yang meresap ke tanah. Dan, terkonsentrasi pada cekungan sumur penduduk tersebut,” pungkasnya. (tok/ted)






