Bojonegoro (beritajatim.com) – Di tengah upaya Bojonegoro melangkah menuju pengakuan dunia sebagai UNESCO Global Geoparks (UGGp), kawasan Sumur Minyak Tua Wonocolo muncul sebagai salah satu kekuatan utama yang membedakan geopark ini dari wilayah lain, baik di Indonesia maupun dunia.
Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association sekaligus asesor UNESCO Global Geoparks, Prof Ibrahim Komoo, menilai Geosite Wonocolo memiliki keunikan luar biasa karena merepresentasikan hubungan erat antara manusia dan sumber daya minyak bumi yang masih bertahan hingga kini.
“Di Wonocolo, saya melihat lebih dari 700 sumur minyak tua, dan sebagian besar masih aktif dikelola oleh masyarakat setempat. Hubungan seperti ini sudah hampir tidak ditemukan di tempat lain di dunia,” ujar Prof Ibrahim saat menghadiri peresmian Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, Bojonegoro Nasional Geopark saat ini sudah berada pada level yang tinggi. Namun, untuk meraih status UNESCO Global Geoparks, diperlukan kerja kolektif agar setiap keunggulan geosite, termasuk Wonocolo, ditata dan dipresentasikan dengan baik.
“Kita perlu memastikan asesor UNESCO yang datang merasa gembira dan mendapatkan pengalaman yang kuat. Itulah sebabnya kami hadir untuk membantu memperbaiki detail-detail yang masih bisa ditingkatkan,” kata Prof Ibrahim.
Kawasan Wonocolo sendiri dikenal sebagai ladang minyak rakyat yang telah beroperasi sejak era kolonial Belanda. Hingga kini, aktivitas penambangan tradisional masih berlangsung dengan melibatkan masyarakat lokal melalui kerja sama bersama Pertamina. Pola ini dinilai menjadi contoh langka pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas yang berkelanjutan.
“Bagi saya, ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga. Hubungan manusia dengan sumber alam yang hidup dan terus dijaga. Warisan seperti ini hanya dapat dijumpai di Bojonegoro,” tuturnya.
Potensi Wonocolo tidak hanya terletak pada aspek energi, tetapi juga edukasi, sejarah, dan pariwisata geologi. Jika dikemas dengan pendekatan konservasi dan interpretasi yang tepat, kawasan ini berpeluang menjadi ikon geopark berkelas dunia.
Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meresmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) di Jalan Panglima Sudirman. Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk informasi tentang keunikan geologi Bojonegoro, termasuk struktur batuan, fosil, hingga dinamika sumber daya alam seperti minyak bumi.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang meresmikan PIGG itu mengungkapkan, dibentuknya PIGG dirancang untuk mendukung riset dan pendidikan bagi akademisi dan mahasiswa, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya konservasi geologi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dengan kekayaan geosite seperti Sumur Minyak Tua Wonocolo, Bojonegoro dinilai memiliki modal kuat untuk bersaing di level global. Tantangannya kini adalah menjaga keseimbangan antara pelestarian, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan geopark yang berstandar internasional.
“Ini warisan yang luar biasa untuk alam yang ada di Bojonegoro, dan kita punya kewajiban untuk menjaga, mengelola dan memanfaatkan secara bijaksana,” tutur Bupati Setyo Wahono.
Bupati berharap dengan adanya Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro ini akan menjadi sebuah pusat kajian akademik, yang nantinya bisa menjadi rujukan terkait geologi, karena potensi geologi di Bojonegoro sangat banyak. “Harapannya ke depan ini menjadi heritage yang bisa menjadi rujukan dunia, tidak hanya rujukan Indonesia,” tutur Bupati. [lus/aje]






