Sidoarjo (beritajatim.com) – Berubahnya kondisi air sumur Balai RW 05 perumahan Taman Apsari Desa Boro Kec. Tanggulangin, keluar asap dan panasnya air sampai terdeteksi 60 derajat celcius, mengundang penilaian dan keinginan bermacam-macam.
Anggapan aneka macam itu juga muncul di WhatsApp Group (WAG) warga perumahan Taman Apsari di RW 05 perumahan setempat. Terutama dalam WAG bapak-bapak, dan tidak kalah juga di WAG para emak-emak di perumahan setempat
Fenomena air sumur ini juga memunculkan serba-serbi warga, mulai yang was-was bercampur bergembira. Tidak sedikit warga yang beranggapan baik jika dibuatkan tempat buat lokasi pemandian air panas.
“Buatkan shower saja, enak kalau pingin mandi air panas, tidak usah jauh-jauh ke Pacet Mojokerto, cukup di Boro sini aja,” ucap ibu-ibu warga setempat Rabu (7/8/2024).
Ada juga warga yang menilai sumur itu tergolong sumur tua, kendati bentuknya kecil, sumur itu peninggalan Zaman Mojopahit.

Imam Patoyo salah satu warga setempat, disamping was-was, dia juga senang kalau sumur itu menjadi viral, dan pastinya banyak warga yang penasaran dan akan datang ke lokasi.
“Kalau ramai warga berdatangan, saya juga akan buka warung kopi, lumayan buat mengais rejeki,” akunya dengan senyum.
Sampai kini, meski waktu malam tidak terkena sinar matahari, kondisi air sumur Balai RW 05 perumahan Taman Apsari Boro Tanggulangin, masih terasa panas seperti saat pagi, siang dan sore hari.
Bahkan setelah ada pemberitaan terkait kondisi sumur Balai RW yang berubah menjadi panas, banyak warga yang berdatangan ingin melihat dari dekat, dan ingin merasakan kebenaran panasnya air sumur yang membuat warga penasaran.
“Masih tetap, kondisi air sumur Balai RW, masih terasa panas,” papar Adi warga Blok N perumahan Taman Apsari Boro Tanggulangin. (isa/ian)






