Mojokerto (beritajatim.com) – Suhu udara di Arab Saudi pada musim haji tahun ini diperkirakan mencapai 42-44 derajat Celcius lebih. Kondisi ini rentan membuat Calon Jemaah Haji (CJH) mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto, Hilmi Faqih, mengimbau para CJH untuk banyak minum air. Ini agar terhindar dari dehidrasi akibat cuaca yang sangat panas.
“Insya Allah terkait cuaca tidak ada masalah, tapi dimungkinkan memang bisa sampai 50 (derajat Celsius) pada puncak pelaksanaan haji. Setiap bimbingan selalu kita imbau untuk menjaga kesehatan, terutama minum air putih,” kata Hilmi, Selasa (7/6/2022).
Dengan masa tunggu hampir sebulan ke depan, Hilmi mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kesehatan baik secara fisik dan mental. Terlebih, cuaca panas di Arab Saudi saat ini sudah menyentuh suhu kisaran 42 derajat celsius. Puncak haji nanti diprediksi bisa meningkat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Haji-2022″]
Hilmi mengatakan CJH asal Kota Mojokerto tergabung dalam kloter 38 Embarkasi Surabaya. Para CJH akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo pada 1 Juli lalu terbang ke Tanah Suci keesokan harinya.
“CJH akan terbang ke Tanah Suci tanggal 2 Juli mendatang,” ungkapnya.
Petugas kesehatan haji diminta untuk dapat mengedukasi baik diri sendiri maupun jemaah haji, untuk menjaga diri agar selalu terhidrasi dengan baik. [tin/beq]






