Pacitan (beritajatim.com) – Fenomena cuaca tak biasa terjadi di Kabupaten Pacitan. Meskipun saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau, hujan deras masih mengguyur hampir seluruh wilayah kabupaten yang memiliki jargon 70-Mile sea Paradise ini sejak Senin sore (28/7/2025).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan anomali suhu muka laut. Hal itu berdampak pada peningkatan massa uap air di wilayah Jawa Timur, termasuk Pacitan.
“Fenomena ini berpengaruh signifikan terhadap sifat dan curah hujan, terutama dalam periode 28 Juli hingga 3 Agustus,” ujarnya ditulis Rabu (30/7/2025).
Berdasarkan data BPBD, sifat hujan di sejumlah kecamatan tergolong di atas normal, terutama di Kecamatan Arjosari, Nawangan, Bandar, dan Tegalombo. Sedangkan wilayah lainnya masih tercatat dalam kategori hujan normal.
Sementara itu, curah hujan tertinggi berada pada kisaran 401–500 milimeter (mm) dan terjadi di lima kecamatan, yakni Pacitan, Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo, dan Sudimoro. Sisanya tercatat menerima curah hujan antara 301–400 mm dan 201–300 mm.
Meski hujan deras turun cukup intens, BPBD memastikan belum ada laporan terkait bencana alam atau kerusakan akibat cuaca ekstrem ini. “Hingga saat ini tidak ada laporan bencana,” tegasnya. [tri/aje;






