Surabaya (beritajatim.com) – Bulan Ramadhan sudah tinggal menghitung hari. Dua tahun ini, kita merayakannya dengan saling berjauh, bukan hanya sahabat, namun juga dari keluarga sebab pandemi.
Untuk menyambut datangnya Ramadhan, berikut ini 6 hal yang amat dirindukan oleh kebanyakan orang Islam.
1. Buka Bersama
Sejak pandemi terjadi, sudah tidak ada lagi istilah buka bersama. Demi mencegah penularan virus covid-19, semua orang harus mengurangi berkumpul di keramaian. Di tahun 2022 ini semoga sudah bisa kembali melakukan buka bersama.
2. Ngabuburit
Ngabuburit seolah jadi kegiatan wajib untuk dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan. Sembari menunggu jam buka puasa, banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan. Ngabuburit biasanya dilakukan pada sore hari beberapa saat jelas waktu untuk buka puasa tiba.
3. Tradisi Mudik
Mudik merupakan salah momentum yang juga dirindukan saat bulan Ramadhan. Tradisi mudik yang sudah jadi kegiatan wajib pun harus dibatalkan dahulu selama 2 tahun berturut-turut. Namun tahun ini, mudik sudah bisa lagi dilakukan dengan beberapa persyaratan.
4. Kemeriahan Malam Takbiran
Suasana Malam Takbiran yang meriah juga harus menghilang selama masa pandemi. Semenjak di tahun 2020 kemarin, kita tak bisa melihat kemeriahan malam takbiran. Sebab masyarakat dilarang untuk berkumpul di keramaian.
5. Silaturahmi Keluarga Besar
Bulan Ramadhan, terutama waktu Hari Raya Idul Fitri tiba, sering dimanfaatkan untuk saling menyapa kembali keluarga yang jarang ditemui di hari biasa. Entah karena beda kota, atau waktu disita oleh kesibukan masing-masing. Saling silaturahmi, menikmati makanan khas hari raya jadi salah satu kegiatan wajib ketika berkumpul keluarga.
6. Shalat led
Terakhir dan pasti momen yang begitu dirindukan yaitu Shalat led berjamaah. Dua tahun belakangan ini, pemerintah menetapkan aturan untuk melaksanakan Sholat led dari rumah karena situasi yang masih belum kondusif. Hari Raya Lebaran tahun ini, akan jadi momentum lebaran normal yang sangat menyenangkan.
Beberapa momentum itu sempat menghilang akibat terjadinya pandemi. Namun, seiring kondisi yang mulai mereda bulan suci Ramadhan akan terasa makin sakral. (dan/ian)






