Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya menurunkan angka stunting yang saat ini masih berada di angka 11,2 persen. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri yang diluncurkan di Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Rabu (6/8/2025).
Program MBG-SPPG disebut sebagai bagian dari strategi membangun generasi sehat dan unggul serta memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah. Peluncuran program ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani, Kepala Dinas Pendidikan Haeriah Yuliati, serta perwakilan dari Polres, Kejaksaan Negeri, Camat Pujer, dan Kepala Desa Mangli.
Komandan Kodim 0822/Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani menegaskan bahwa program MBG-SPPG merupakan mandat pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki gizi pelajar, terutama di wilayah rentan. Ia juga membuka peluang kerja sama bagi pihak yang ingin terlibat.
“Kami akan dorong program ini sampai ke pinggiran, terutama ke sekolah-sekolah swasta dan negeri yang ada di pedesaan,” tegasnya.
Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa Pemkab Bondowoso menargetkan membentuk 70 unit SPPG yang tersebar di berbagai titik untuk menjamin kecukupan gizi anak sekolah.
“Keberlanjutan pembangunan di Indonesia, khususnya di Bondowoso, sangat ditentukan oleh kecukupan gizi anak-anak. Investasi gizi adalah investasi masa depan daerah,” ujar Bupati Hamid.
Ia berharap kehadiran program MBG-SPPG Mitra Mandiri dapat menekan angka stunting secara signifikan dan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sekretaris Daerah Bondowoso turut mengapresiasi program prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut dan menilai program ini krusial untuk masa depan bangsa.
“Program ini sangat krusial untuk masa depan bangsa. Generasi yang sehat dan cerdas adalah fondasi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya. [awi/beq]






