Surabaya (beritajatim.com) – Arizal Tom Liwafa resmi meraih gelar doktor di Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (28/2/2026). Pengusaha ini mempertahankan disertasi mengenai strategi inovasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap kompetitif.
Tom meneliti pengaruh orientasi kewirausahaan dan transfer pengetahuan terhadap keunggulan kompetitif berkelanjutan. Penelitian ini rampung dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Ia menekankan pentingnya riset bagi pelaku usaha kecil.
Studi tersebut berhasil menembus jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 pada Taylor & Francis. Capaian ini menjadi standar tinggi dalam dunia akademik. Tom menyebut proses verifikasi eksternal membuat durasi studinya tetap sesuai standar.
“Bahasa gampangnya adalah bagaimana kita sebagai entrepreneur selalu berinovasi agar produk tidak tergerus zaman,” ujar Tom usai sidang.
Ia menyoroti kendala utama UMKM saat ini berada pada sektor riset dan optimalisasi media sosial. Menurutnya, banyak pelaku usaha di daerah terpencil masih minim akses untuk memperluas jangkauan produk.
Namun, perkembangan platform digital kini membuka peluang besar bagi distribusi barang secara nasional. Hal ini memangkas hambatan geografis.
Hasil riset ini rencananya akan dialihwahasakan menjadi buku panduan bagi masyarakat luas. Tom ingin menyederhanakan pemahaman akademik untuk praktisi di lapangan. “Kita berdampak bukan hanya secara perekonomian, tapi juga dengan pengetahuan,” tegasnya.
Meski kini menyandang gelar doktor di Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia Unair, Tom memilih rehat sejenak dari dunia pendidikan formal. Ia berencana fokus mengaplikasikan ilmunya langsung di lapangan. Aktivitas mengajar baru akan dipertimbangkan pada masa mendatang. [ipl/kun]






