Blitar (beritajatim.com) – Stok vaksin kanker serviks (human papilloma viruses/HPV) di Kabupaten Blitar sedang kosong. Kondisi ini terjadi lantaran pengiriman stok dari Kemenkes belum datang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu pasokan dari pusat. Meski kosong, Dinkes Kabupaten Blitar tidak khawatir lantaran permintaan akan vaksin HPV tidak setiap hari ada.
“Ya memang kosong kami masih menunggu pasokan dari pusat, toh kebutuhan akan vaksin itu juga belum waktunya,” kata Christine, Sabtu (3/6/2023).
Christine menjelaskan sasaran vaksin HPV ini merupakan pelajar yang talah berusia 11 tahun. Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak dua kali, yakni saat duduk di bangku kelas V dan VI.
Pemberian vaksin HPV ini pun biasanya memang diberikan pada saat siswa mengawali tahun ajaran baru. Tujuannya yakni memberikan kekebalan tubuh serta pencegahan terjadinya kanker serviks.
Baca Juga:
9 Jemaah Haji Kota Blitar Sakit, 3 Tak Bisa Ibadah Arbain
“Biasanya kami berikan saat mengawali tahun ajaran baru. Nanti akan kami petakan beberapa sasaran untuk bulan Juni dan Juli,” imbuhnya.
Vaksin HPV dapat meminimalisasi infeksi. Sementara HPV sendiri merupakan virus pemicu kanker serviks pada sebagian kaum hawa. Virus HPV ini menular melalui hubungan seksual dan dapat menginfeksi area genital serta anus.
“Vaksin HPV ini merupakan vaksin yang dapat meminimalisasi infeksi HPV yang merupakan virus pemicu kanker serviks,” terangnya.
Pada tahun lalu, sebanyak 9.000 anak di Kabupaten Blitar telah menerima penyuntikan vaksin HPV. Meski jumlahnya cukup banyak namun nyatanya target vaksinasi HPV ini belum terpenuhi.
Baca Juga:
Stadion Gajayana Malang dan Stadion Supriyadi Blitar Alternatif Kandang Arema
Keterbatasan stok menjadi alasan, 2 ribu murid yang telah berusia 11 tahun di Kabupaten Blitar tidak tervaksinasi HPV.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyebut bahwa kesuksesan dan kelancaran vaksinasi HPV tergantung pasokan dari pusat. Menurutnya jika pasokan vaksin HPV dari pusat tidak terlambat maka kegiatan vaksinasi bisa dijalankan pada bulan ini.
“Nanti itu didistribusikan ke 24 puskemas di seluruh Kabupaten Blitar kemudian petugas Puskesmas akan terjun ke sekolah-sekolah untuk melakukan penyuntikan vaksin HPV,” tandasnya. [owi/beq]






