Gresik (beritajatim.com) – Stok gas elpiji ukuran 3 kilogram di wilayah Kabupaten Gresik dipastikan aman. Kepastian ini disampaikan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus saat melakukan sidak di pangkalan terkait dengan ketersediaan elpiji di masyarakat.
Ivan Syuhada Area Manager Surabaya PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menuturkan, tidak benar ada kelangkaan elpiji tapi permintaan konsumen mengalami kenaikan di beberapa masyarakat.
“Saat ini ada kekuatiran. Pasalnya, konsumen yang membeli elpiji 3 kilo dimintai e-KTP. Padahal saat melakukan pembelian pasti dilayani di sejumlah pangkalan. Adanya isu pembatasan karena harus menunjukkan identitas itu tidak dibenarkan,” tuturnya, Jumat (28/7/2023).
Ia menambahkan, isu ada pembatasan serta pengendalian semua itu tidak benar. Yang ada itu, konsumen yang membeli wajib menunjukkan identitas diri (e-KTP). Dirinya menjamin masyarakat tak perlu kuatir mengenai ketersediaan elpiji.
“Kami sudah menaikan ekstra dropping 30% hingga 70% di wilayah seluruh Jawa Timur. Tambahan nanti bervariasi mulai 40% sampai 60 % dan ini terus dimonitor. Jangan sampai sudah di-dropping jadinya malah kelebihan,” imbuhnya.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat kalau ingin mencari elpiji ukuran 3 kilo adanya di pangkalan. Bukan di pengecer atau di tempat lain.
“Di tempat resmi itu kami upayakan ada, kalaupun ada kekosongan biasanya telat karena antri saat melakukan pengisian. Khususnya Gresik dalam sehari di-droping 60 ribu tabung, dan untuk tambahan akan disuplai 90 ribu tabung,” ungkapnya.
Sementara itu, pemilik pangkalan elpiji Mira Yuniah di Jalan Akim Kayat 70-72 Gresik, H.Achmad Mighfar mengatakan, sekarang kondisi stok di pangkalannya aman. Namun, masyarakat yang membeli wajib menggunakan identitas diri. Tapi bukan dibatasi karena masuk ke sistem di Pertamina. “Kondisinya normal dan permintaannya juga sama. Perhari di pangkalan kami dijatah 200 tabung elpiji. Jadi masyarakat tak perlu panik atau kuatir,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA:
Khofifah Sidak Pangkalan Elpiji 3 Kg, Akui Ada Kelangkaan






