Malang (beritajatim.com) – STIE Malangkuçeçwara atau ABM sukses mengadakan rangkaian program Leadership Training of Leadership and Management Development Program (LMDP) ketiga. Acara ini ditandai dengan monitoring dan evaluasi pada Jum’at (15/12/2023) siang.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) STIE Malangkucecwara Dwi Nita Aryani MM Ph.D., menjelaskan bahwa LMDP 3 ini merupakan kelanjutan dari program LMPD 1 dan LMDP 2. Agenda ini bagian dari Indonesian Higher Education Leadership yang didanai oleh Erasmus Plus Eropa-Union.
“Program ini merupakan kegiatan yang diharapkan dapat meningkat leadership di perguruan tinggi. Kegiatan ini dimulai dari fase 1, fase 2. Fase 3 ini adalah bagaimana trainee atau peserta ini mempresentasikan hasil dari training fase 1 dan fase 2 ini tentang memberikan alternatif solusi kepada klien,” ungkap Dwi Nita.
Dijelaskan ketua KUI bahwa klien adalah perusahaan atau perguruan tinggi yang punya problem dalam pengembangan perguruan tingginya yang membutuhkan untuk leadership. Dari hasil presentasi diharapkan memberi masukan pada perguruan tinggi sehingga permasalahan secara nasional yang dihadapi dapat diselesaikan.
“Untuk keberlangsungannya nanti ke depan dibentuk yang namanya pemimpin. Pemimpin ini yang akan kemudian mengelola program ini untuk sustainablenya. Termasuk juga ada seminar simposium di bulan Mei 2024 yang akan mengundang perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang diselenggarakan di malang tanggal 2 – 3 Mei 2024,” tuturnya.

Peserta kegiatan training terdiri dari beberapa pihak. Mulai dari pejabat struktural atau leaders di perguruan tinggi termasuk di STIE Malangkuçeçwara, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Sekolah Tinggi Koperasi, STIEKN Jaya Negara, Stiki University, dan Institut Pertanian Malang.
“Mereka menjadi trainee, kemudian itu dibagi menjadi lima kelompok, dari lima kelompok ini kemudian 5 klien. Klien ini juga dari berbagai macam perguruan tinggi. Kemudian selain trainee, klien, ada trainer, kita juga ada yang memberikan training sebelum LMDP ini dilakukan,” paparnya.
Hadir pada sesi ketiga ini Profesor Rodrigo dari Granada University untuk memonitor dan mengevaluasi proses kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Harapannya agar memberikan dampak dan diterapkan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Jadi memberikan dampak kebaikan di Indonesia khususnya di pendidikan. Setelah fase 3 atau akhir ini harapannya kita bisa mengevaluasi hasil dari program ini seperti apa, diharapkan tidak berhenti dengan diseminasi kegiatan, tetapi juga berdampak pada perguruan tinggi yang lain,” sambungnya.
Diharapkan juga yang menjadi klien maupun trainee agar dapat menerapkan di perguruan tingginya masing-masing. “Setelah mereka mendapatkan training mendapatkan fase 1,2, dan 3 ini selesai mereka bisa menerapkan itu dan mendiseminasikan lingkungannya sendiri,” tutup Dwi Nita. [dan/but]






