Bondowoso (beritajatim.com) – Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Samsul Widodo, mengusulkan pembukaan sekolah atau kursus yang mengajarkan segala hal terkait kopi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang ditangani Universitas Jember.
Saran ini terinspirasi kisah sukses Sekolah Kopi Gemawang di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang dibuka camat di sana. “Sekolahnya gratis bagi anak-anak muda sekitar yang ingin menjadi wirausaha kopi,” kata Samsul, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (1/7/2021).
Dari sekolah ini, regenerasi petani kopi berjalan baik. “Lulusannya berhasil menggerakkan bisnis kopi di Gemawang,” kata Samsul.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kopi”]
Sekolah kopi ini didirikan karena anak-anak muda saat ini enggan meneruskan profesi orang tua mereka sebagai petani kopi. Sekolah kopi tak hanya bicara soal budidaya mulai dari menanam, merawat, memanen, namun juga aspek bisnis, mulai dari pemasaran hingga jadi barista handal.
“Mungkin orang tua lebih fokus pada produksi kopi, tapi pemasaran libatkan anak-anak muda yang akrab dengan teknologi informasi dan komunikasi,” kata Samsul. [wir/kun]






