Naples (beritajatim.com) – Tidak ada kejutan di giornata pemungkas Serie A. SSC Napoli memenangi scudetto keempat mereka atau yang kedua dalam tiga musim terakhir setelah mengalahkan Cagliari Calcio 2-0 dini hari tadi. Napoli juara dengan 82 poin sedangkan Inter finis sebagai runner-up dengan 81 poin.
Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, benar-benar jadi keuntungan bagi Naples. Dua gol via Scott McTominay menit ke-42 dan Romelu Lukaku (51′) sudah cukup membuat perjuangan Inter yang tandang melawan Como 1907 di waktu bersamaan menjadi sia-sia. Meski akhirnya Inter juga menang 2-0.
“Sejujurnya, meski sangat indah, scudetto kali ini jadi yang tersulit bagiku. Kami bahkan sangat tertekan ketika memasuki stadion karena semuanya tentu ingin kami juara. Tidak mudah membangkitkan tim yang musim lalu finis di papan tengah dan kembali jadi yang terbaik,” ujar allenatore Napoli Antonio Conte kepada Football Italia.
Ya, musim lalu Partenopei menyandang status juara bertahan pasca meraih scudetto musim 2022–2023. Tetapi, mereka jeblok dan hanya sanggup finis di posisi 10.
Sebaliknya, Nerazzurri musim ini berstatus juara bertahan pasca scudetto musim lalu. Kegagalan mempertahankan scudetto musim ini memperpanjang duka mereka pasca gagal juara Coppa Italia lantaran disingkirkan AC Milan di semifinal.
Dari target treble winners, kini hanya tinggal menyisakan satu gelar yang bisa diraih. Ya, Inter hanya tinggal menggantungkan harapan di Liga Champions. Mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain pada final yang dimainkan di Allianz Arena, Munchen, 1 Juni mendatang.
“Ketika Anda menggantungkan harapan dari hasil laga tim lain, artinya Anda tidak cukup layak memenangi scudetto. Fokus kami saat ini ada di final Liga Champions,” ucap bek Inter Stefan de Vrij. (dio)






