Surabaya (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo menjadi Calon Presiden (Capres) yang paling dipilih oleh kalangan pemilih Nahdliyin di Jawa Timur. Fakta ini disampaikan oleh Surabaya Survey Center (SSC) dalam pemaparan hasil survei SSC mengenai dinamika perilaku pemilih warga Jawa Timur menjelang Pemilu 2024.
Terkait hal tersebut, Direktur SSC.Mochtar W Oetomo mengungkapkan, bila disimulasikan menjadi tiga capres yakni Ganjar, Prabowo, dan Anies, dari kalangan Nahdliyin Jawa Timur nama Ganjar Pranowo bertengger di posisi puncak dengan perolehan 42,4%.
“Sementara untuk Prabowo Subianto memeroleh 37,1%, diikuti Anies Baswedan dengan perolehan 13,1%,” katanya.
Meskipun demikian, dia menegaskan, jika potensi suara pada kelompok demografi ini juga masih terbuka. “Paling tidak masih ada 7,4% responden dari seluruh responden yang diteliti yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu. Tentunya, potensi ini bisa menjadi perolehan suara realtif besar bagi siapapun yang bisa menggarapnya menjadi suara riil pada pemilu 2024 ke depan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 25 Juli-3 Agustus 2023 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.
BACA JUGA:
Ungkap Isi Perbincangan, Ulin: Jokowi Paling Yakin dengan Ganjar
Dia menambahkan, dari kelompok pemilih ini, bila disimulasikan menjadi tiga capres yakni Ganjar, Prabowo, dan Anies, sosok Ganjar Pranowo memuncaki pilihan dengan meraih 40,8% dari warga Muhammadiyah Jatim. “Baru kemudian diikuti oleh Prabowo Subianto dengan 28,3%, serta Anies Baswedan memeroleh dukungan dari warga Muhammadiyah Jatim sebanyak 22%,” katanya.
Lebih lanjut, Mochtar mengatakan masih ada sisa potensi suara yang bisa diperebutkan sebanyak 6,9% dari responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. “Peluang ini bisa diperebutkan para Bacalon untuk membuat perbedaan di menit-menit akhir menjelang Pemilu 2024 nanti,” pungkasnya. [tok/but]






