Detroit (beritajatim.com) – San Antonio Spurs menunjukkan mental juara saat membungkam Detroit Pistons dengan skor 114-103 di Little Caesars Arena. Laga sarat adu fisik itu bukan sekadar pertandingan musim reguler, melainkan disebut-sebut sebagai gambaran ideal Final NBA 2026.
Spurs kini mengoleksi rekor 41-16 dan menempati posisi kedua Wilayah Barat. Mereka hanya berada di bawah Oklahoma City Thunder (44-14), namun unggul head-to-head 3-1 musim ini. Di sisi lain, Pistons (42-14) masih kokoh di puncak Wilayah Timur dan menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang kompetisi.
Sorotan utama kembali tertuju pada Victor Wembanyama. Meski dijaga ketat sepanjang laga, bintang asal Prancis itu tetap mencatatkan 21 poin, 17 rebound, 4 asis, dan 6 blok dalam 35 menit bermain.
Akurasi tembakannya memang tak terlalu efisien hanya 6 dari 16 percobaan, namun kontribusinya di sektor pertahanan menjadi pembeda. Enam blok yang ia bukukan menjadi rekor tertinggi dalam kariernya sekaligus mempertegas statusnya sebagai pemimpin liga dengan rata-rata 2,8 blok per gim.
Dengan tambahan blok tersebut, Wembanyama kini telah mencatatkan blok terhadap seluruh tim NBA, sebuah capaian impresif bagi pemain yang baru memasuki musim keduanya di liga.
Ia menyebut pertandingan melawan Pistons sebagai ujian penting menuju babak playoff. Menurutnya, laga dengan intensitas tinggi seperti ini akan sangat dibutuhkan ketika memasuki fase gugur nanti.
Spurs sempat membuka laga dengan keunggulan 13 poin dalam enam menit pertama. Namun Pistons merespons cepat dan membalikkan keadaan di kuarter pertama. Intensitas pertandingan begitu tinggi dengan 10 kali pergantian keunggulan dan sembilan kali skor imbang.
Memasuki kuarter ketiga, Spurs mulai mengambil alih kendali permainan. Efektivitas serangan menjadi kunci. Tim asuhan Mitch Johnson itu mencatatkan 42 dari 101 tembakan (42 persen), termasuk 18 tembakan tiga angka yang tepat sasaran.
Pergerakan bola yang cepat dan distribusi serangan yang merata membuat pertahanan Pistons kewalahan, terutama dalam mengantisipasi tembakan perimeter.
Spurs tak hanya mengandalkan Wembanyama. Devin Vassell tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan 28 poin, termasuk 7 dari 11 tripoin selama 36 menit di lapangan.
Julian Champagnie juga tampil efektif lewat 17 poin dan 6 rebound, dengan lima tripoin dari 12 percobaan. Sementara Stephon Castle mencatatkan dobel-dobel 16 poin dan 14 asis, menunjukkan perannya sebagai motor serangan.
Tak ketinggalan De’Aaron Fox yang menyumbang 10 poin, 7 rebound, dan 7 asis, melengkapi performa kolektif Spurs yang solid di kedua sisi lapangan.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spurs menjadi sembilan laga beruntun—terpanjang musim ini—sekaligus menghentikan lima kemenangan beruntun Pistons.
Dominasi Spurs di Barat dan konsistensi Pistons di Timur membuat banyak pengamat memprediksi keduanya berpotensi bertemu di Final NBA 2026. Struktur tim muda dengan kedalaman skuad yang seimbang menjadi kekuatan utama kedua tim.
Meski demikian, perjalanan menuju final masih panjang. Babak playoff NBA dikenal penuh kejutan, terutama dengan format best-of-seven yang menguji konsistensi dan mental bertanding.
Sebelum potensi duel ulang di partai puncak, Spurs dan Pistons masih menyisakan satu pertemuan musim reguler pada 6 Maret mendatang di markas Spurs. Laga tersebut berpeluang menjadi barometer tambahan untuk mengukur kesiapan kedua tim menghadapi fase krusial musim ini.
Dengan performa yang terus menanjak, Spurs dan Pistons tak hanya bersaing di papan atas klasemen, tetapi juga membangun narasi rivalitas baru yang bisa menjadi cerita besar NBA musim 2025/2026. (aga)






