Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Surabaya Raya menggelar Surabaya Public Relations Jambore (SPRJ) 2025 sebagai penutup rangkaian Perhumas Goes to Campus.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus Lidah Wetan, Jumat (5/12/2025), diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kampus di Surabaya.
Sekretaris BPC Perhumas Surabaya Raya, Andri Suryandari, mengatakan SPRJ 2025 menjadi jambore perdana yang digelar BPC Surabaya Raya. Kegiatan ini diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi antara kampus dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, industri, media, hingga komunitas.
“Ke depan ada banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi aktivitas kerja sama bernilai positif bersama kampus-kampus di Surabaya. Ini juga melibatkan unsur pemerintahan, industri, media, dan komunitas,” kata Andri.
Melalui momentum ini, BPC Perhumas Surabaya Raya juga mengundang sivitas akademika untuk menghadiri Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025 yang akan digelar pada 13–14 Desember di Hotel Bumi Surabaya. Menurut Andri, Perhumas ingin terus menggaungkan nilai positif kehumasan dalam kerangka kolaborasi pentahelix.
“Perhumas membawa nilai positif bagi sivitas akademika dan seluruh unsur, dengan semangat Indonesia bicara baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menyebut Konvensi Humas Indonesia memiliki arti strategis bagi penguatan peran insan humas di Surabaya, khususnya dalam membangun komunikasi yang berdaya saing global.
Menurut dia, Perhumas menjadi ruang dialog antara akademisi, praktisi, dan generasi muda untuk bersama membentuk masa depan kehumasan.
“Di tengah transformasi digital yang tumbuh cepat, peran humas semakin krusial. Tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi aktif membentuk narasi, menjaga reputasi, dan membangun kepercayaan publik,” kata Dwi.
Ia menilai tema ‘Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global,’ menegaskan peran mahasiswa sebagai komunikator muda dalam menopang reputasi bangsa.
Unesa, kata dia, mendorong mahasiswa memahami bahwa kehumasan menuntut kemampuan membaca dinamika sosial, mengelola isu, dan membangun narasi positif yang berdampak.
Dwi juga mengapresiasi Perhumas Indonesia yang memberi ruang pengembangan bagi mahasiswa melalui Jambore Perhumas Muda, serta kepercayaan kepada Unesa sebagai tuan rumah penutup rangkaian Perhumas Goes to Campus 2025.
Ia berharap kegiatan ini memperkuat jejaring komunikasi, membuka peluang kolaborasi baru, dan melahirkan ide-ide kreatif bagi kemajuan komunikasi Indonesia. [ipl/but]






