Banyuwangi (beritajatim.com) – Salah satu spot indah yang menawarkan adrenalin menantang di Banyuwangi ada di Kecamatan Kalibaru. Tepatnya di puncak Gunung Menyan yang memiliki ketinggian 730 meter di atas permukaan laut.
Lokasi ini menjadi favorit bagi para atlet paralayang. Pasalnya, terbang dari Gunung Menyan bisa memberi pengalaman unik tersendiri.
Apalagi, berpetualang menggunakan paralayang dari Gunung Menyan menawarkan lansekap indah pegunungan dan perkotaan di Banyuwangi. Gunung ini adalah bagian dari gunung api purba berusia 33 juta tahun.
Keseruan tersebut dirasakan sendiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Terakhir, dia mencoba terbang dari Gunung Menyan menggunakan paralayang.
Tak salah, jika tahun ini Gunung Menyan dipilih menjadi spot kejuaraan dunia bertajuk International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2024 Category 2 (Cat 2). Puluhan peserta turut ambil bagian di kejuaraan ini.
Total, ada 87 peserta dari dalam dan luar negeri. Di antaranya, 83 atlet berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Seperti Papua, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Jawa Timur. Sementara 4 atlet lainnya datang dari Rumania, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Nepal.
“Semoga bertanding di Banyuwangi bisa memberikan kesan positif bagi para atlet, sehingga mereka bisa ikut mempromosikan Banyuwangi di negara asalnya,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Alfin Kurniawan menyebut, kejuaraan tahun ini merupakan kali ketiga Banyuwangi menggelar kejuaraan paralayang.
“Setelah tiga kali menggelar kejuaraan paralayang, atlet cabang olah raga ini mulai bermunculan. Saat ini sudah ada 7 atlet bersertifikat yang kita miliki,” ungkap Alfin. [rin/but]






