Jember (beritajatim.com) – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah menengah atas di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terbagi empat rayon. Ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan hafiz atau penghafal Alquran mendapat tiket emas alias golden ticket.
Pendaftaran SPMB SMA di Jawa Timur dibuka pada 16-17 Juni 2025 dan diumumkan pada 20 Juni 2025. Rayon 1 di Jember terdiri dari SMA Negeri 1 Jember, SMA Negeri 2 Jember, SMA Pakusari, SMA Kalisat, dan SMA Plus Sukowono.
Murid yang bisa mendaftarkan sekolah di rayon ini berdomisili di Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari,Silo, Sukowono, Sumberjambe, dan Sumbersari.
Rayon 2 terdiri atas SMA Negeri 3, SMA Neger i4, SMA Negeri 5, dan SMA Plus Arjasa. Murid yang bisa mendaftar sekolah di rayon ini tinggal di Kecamatan Ajung, Arjasa, Jelbuk, Kaliwates, Pakusari, Panti, Patrang, dan Sukorambi.
Rayon 3 meliputi SMA Rambipuji, SMA Ambulu, SMA Jenggawah, SMA Mumbulsari, dan SMA Balung. Murid yang bisa mendaftar sekolah di rayon ini tinggal di Kecamatan Ajung, Ambulu, Balung, Jenggawah, Mumbulsari, Puger, Rambipuji, Silo, Tempurejo, Wuluhan.
Rayon 4 meliputi SMA 1 Tanggul, SMA 2 Tanggul, SMA Umbulsari, dan SMA Kencong. Murid yang berpeluang menjadi siswa di rayon 4 tinggal di Kecamatan Bangsalsari, Gomukmas, Jombang, Kencong, Semboro, Sumberbaru, Tanggul, dan Umbulsari.
Cahyo Budi Laksana, Kepala Seksi SMA-Sekolah Luar Biasa Dinas Pendikan Jawa Timur Cabang Jember-Lumajang mengatakan, rayonisasi ini didasarkan pada sumber domisili siswa sekolah masing-masing. “Diteliti satu-satu,” katanya.
Kendati rayonisasi meliputi kecamatan, namun jarak domisili bisa didasarkan pada jarak desa domisili dengan sekolah. Dengan demikian, siswa yang tinggal di desa-desa perbatasan antarkecamatan bisa memilih sekolah berdasarkan jarak terdekat desa masing-masing dengan sekolah.
Dinas Pendidikan Jatim menetapkan golden ticket atau tiket emas bagi calon murid baru. Pertama, untuk murid yang pernah menjabat sebagai Ketua OSIS. Keduam murid penghapal Alquran.
“Golden ticket untuk Ketua OSIS satu sekolah satu anak. Tidak semua ketua OSIS daftar di situ masuk. Nanti dilihat dulu . da sistem yang mengatur itu. Demikian pula dengan hafiz quran. Hafiz quran yang daftar banyak. Mungkin yang terbanyak juz-nya yang dipilih,” kata Cahyo. [wir]






