Surabaya(beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur (Jatim) sedang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79, yang bertepatan pada tanggal 12 Oktober 2024.
Momen ini merupakan peringatan penting bagi salah satu provinsi terbesar di Indonesia yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam sektor ekonomi, pangan, serta infrastruktur nasional.
Berikut ini 9 fakta menarik yang menggambarkan kemajuan dan keberagaman Jawa Timur di tahun 2024.
1. Sejarah Berdirinya Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur secara resmi berdiri pada 12 Oktober 1945, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Jawa Timur berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007. Gubernur pertama yang memimpin Jawa Timur adalah R.M.T. Soerjo, yang memainkan peran penting dalam sejarah provinsi ini.
2. Luas Wilayah yang Mencakup Keragaman Alam dan Budaya
Dengan luas wilayah 48.036,84 km², Jawa Timur merupakan provinsi yang kaya akan kekayaan alam dan budaya. Mojokerto menjadi kota terkecil dengan luas hanya 20,22 km², sedangkan Banyuwangi tercatat sebagai kabupaten terluas dengan luas 3.592,9 km². Sumenep yang memiliki 119 pulau juga menjadi kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak, mencerminkan betapa beragamnya wilayah ini.
3. Penduduk dan Kerukunan Beragama
Jawa Timur terdiri dari 38 kabupaten/kota, 666 kecamatan, dan 8.494 desa/kelurahan. Dengan populasi lebih dari 41,53 juta jiwa, provinsi ini juga menjadi salah satu pusat sumber daya manusia terbesar di Indonesia. Indeks Kerukunan Beragama Jawa Timur mencapai angka 77,55, menunjukkan keberagaman yang harmonis di tengah masyarakatnya.
4. Kontribusi Ekonomi Terbesar di Pulau Jawa
Pada Agustus 2024, Jawa Timur menyumbang 25,30% terhadap perekonomian Pulau Jawa, dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 4,98%. Inflasi di provinsi ini juga terkendali, berada di angka 2,05% pada Agustus 2024. Stabilitas ekonomi ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional.
5. Pemimpin dalam Sektor Pangan Nasional
Jawa Timur menjadi salah satu provinsi terdepan dalam kontribusi pangan nasional. Komoditas seperti jagung, padi, daging sapi, susu, telur, hingga hasil perikanan tangkap, semuanya menduduki peringkat pertama di Indonesia, menjadikan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional.
6. Penurunan Kemiskinan dan Stunting
Jawa Timur mencatat kemajuan signifikan dalam pengurangan kemiskinan ekstrem dan stunting. Dalam periode 2020-2024, kemiskinan ekstrem turun sebanyak 85,17%, setara dengan 1,5 juta penduduk. Prevalensi stunting juga menurun drastis dari 26,86% pada 2019 menjadi 17,70% pada 2023, di bawah rata-rata nasional.
7. Infrastruktur Transportasi yang Berkembang
Provinsi ini memiliki 123 stasiun kereta api, 8 bandara, dan 31 pelabuhan yang memfasilitasi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Kehadiran Transjatim dengan lima koridornya sejak 2022 juga semakin memperkuat sistem transportasi umum di Jawa Timur.
8. Tenaga Kerja Produktif dan Sistem Pendidikan Unggul
Pada Februari 2024, tercatat 23,24 juta penduduk Jawa Timur yang aktif bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus menurun hingga mencapai 3,74% pada 2024. Di bidang pendidikan, Jawa Timur juga mencatat prestasi dengan jumlah penerimaan SNBP tertinggi di Indonesia, yakni 24.432 siswa.
9. Kawasan Industri Sebagai Motor Ekonomi
Jawa Timur memiliki 13 kawasan industri yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang memiliki luas 1.761 hektare. Kawasan ini berperan penting dalam meningkatkan daya saing provinsi di kancah nasional dan internasional.
Provinsi Jawa Timur terus melangkah maju dengan berbagai pencapaian yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan pembangunan yang berkelanjutan di tahun 2024. [fyi/aje]






