Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk Nelayan Lumpur dan sekitarnya dalam waktu segera tuntas. Selain mempercepat pembangunan fisik, Pemerintah daerah setempat juga mengajukan health, safety, security dan environment (HSSE).
Seperti diketahui, SPBN yang dibangun untuk para Nelayan Lumpur ini sudah berdiri. Tapi para pekerja masih melakukan finishing pekerjaan seperti instalasi dan fasilitas lainnya. Hal itu dimatangkan sebelum pengajuan HSSE yang direncanakan pada pertengahan September 2023.
Dirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Gresik Migas, Habibullah menuturkan, saat ini pihaknya masih mengejar pembangunan SPBN itu tuntas, termasuk instalasinya. Setelah itu pihaknya baru mengajukan HSSE ke Pertamina.
Dari hasil pengecekan nantinya apa yang menjadi kekurangan akan dilakukan perbaikan. Jadi setelah bangunannya selesai akan dicek dulu kelayakannya oleh Pertamina,” tuturnya, Rabu (6/09/2023).
Setelah nantinya dinyatakan layak, pihaknya akan mengajukan izin operasinya ke Pertamina. Baru SPBN bisa beroperasi. Ditargetkan SPBN Nelayan Lumpur akan beroperasi pada bulan Oktober 2023.
Sesuai desainnya, SPBN di Lumpur memiliki kapasitas yang cukup besar. Masing-masing jenis bahan bakar memiliki tangki berkapasitas 20 kiloliter. Baik Pertalite, Pertamax, maupun Solar.
“Tangki yang kami buat besar, karena itu harapan kami suplai ke SPBN Lumpur ini sesuai dengan kapasitas yang kami miliki,” ujar Habibullah.
Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kiloliter yang akan disuplai ke Lumpur. Penetapan kapasitas suplai untuk SPBN Lumpur itu dilakukan oleh BPH Migas melalui Pertamina MOR V. Sebab kepastian itu akan keluar setelah HSSE diterbitkan.
“Khususnya untuk BBM jenis solar, harapan kami suplainya bisa maksimal,” kata Habibullah.
BACA JUGA:
Hari Pelanggan, Management Pertamina Turun Langsung Sapa Pelanggan
Setelah beroperasi, pembelian solarnya akan difasilitasi Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Gresik. Sehingga tidak dijual secara bebas. Hanya nelayan yang terdaftar saja.
“Keberadaan SPBN itu dibangun untuk memfasilitasi nelayan di Lumpur. Sehingga nanti mekanismenya dari Dinas Perikanan,” tandasnya. [dny/but]






