Malang (beritajatim.com) – Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap tanggal 25 November 2023, menjadi pelecut Beta Tri Wicaksono, mempersembahkan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Malang pada khususnya.
Guru muda bertalenta ini, menjadi penggagas utama master ceremony (MC) menggunakan bahasa Jawa. Keahlian Beta Tri ini, menjadi materi pembelajaran khusus bagi anak didiknya di MTs Al Khalifah Kepanjen, Kabupaten Malang.
Selain melatih anak-anak Madrasah paham Bahasa Jawa Krama Inggil melalui MC, Beta juga melatih langsung seluruh siswa dengan membuat Club’ Panembromo.
Baca Juga: Prancis Percaya Diri Kalahkan Uzbekistan dan Lolos Semifinal
Kata Beta, guru bukan lagi sekadar seorang yang digugu dan ditiru, namun merupakan penentu laju peradaban.
“Guru bukan lagi sekadar seorang yang digugu dan ditiru, yang menjadi suri teladan anak-anak didik, melainkan tokoh yang menentukan laju peradaban bangsa kedepan,” ungkap Beta, Sabtu (25/11/2023).
Selain menjadi guru, Beta juga punya talenta mumpuni sebagai MC Jawa yang kini sangat jarang ditekuni orang lain. Selain itu, Beta juga aktif membuka bimbingan belajar (bimbel) dirumahnya, hingga membentuk Club’ Panembromo disekolah.
Panembromo sendiri adalah sebuah ‘tembang’ atau nyanyian yang dilakukan bersama-sama bisa diiringi dengan musik ataupun tanpa musik. Mirip paduan suara, namun menggunakan bahasa Jawa keraton.
Beta juga kerap mendapat job sebagai MC Jawa antar kota dan provinsi. Acara-acara besar dan kecil pun dilakoninya. Pernikahan, sertijab di pemerintahan provinsi hingga Bupati pernak ia lakoni.
Beta mengaku, seorang guru harus multi talenta. Seorang guru harus mengasah kompetensi padagogik juga memprioritaskan kompetensi sosial sebagai guru. Seorang guru juga harus mampu menjadi jembatan anak-anak masa kini untuk melangkah ke masa depan.
Baca Juga: Harga Cabai Magetan Rp100 Ribu/Kg, Nyaris Samai Harga Daging Sapi
“Kami sadar, di pundak seorang guru tersampir harapan orang tua, masyarakat, dan bangsa yang besar. Selamat Hari Guru Nasional,” ucap Beta.
Beta mengaku, guru itu bukan hanya pada kata pengajar tetapi dengan konsep luas adalah pendidik yang mengajarkan ilmu berbagai aspek. Mulai dari ilmu eksakta, sosial, budi pekerti dan moderat tentunya.
Beta menerangkan, pendidik bukan hanya memberi materi pelajaran di dalam kelas, tapi bisa mendorong menguatkan serta menumbuhkan sikap sosial spiritual terutama akhlak dan adab yang baik dan lebih baik. Guru harus mempunyai kompetensi sosial tinggi, bukan semata kompetensi padagogik saja.
“Saya mengajar di Madrasah Tsanawiyah Al Khalifah ini wujud kecintaan saya terhadap bangsa dan negara yang berbhinneka tinggal ika. Madrasah adalah pendidikan multi talenta. Pendidikan umum, pendidikan agama yang lebih kuat, bahkan saya yakin anak-anak kami di MTs Al Khalifah adalah bibit unggul, kami disini sesuai kurikulum, mengajarkan seni, budaya dan serta kebangsaan,” tegas Beta.
Baca Juga: Madura United Pinjamkan Andik Rendika Rama ke Klub Liga 1
Beta menambahkan, di Madrasah dirinya membentuk Club’ Panembromo. Ia juga membuka bimbingan belajar hingga banyak memperoleh job sebagai MC Jawa dalam acara seceremonial penting negara.
“Sebagai pendidik, saya lakoni semua semampunya. Semoga semua ilmu ini bermanfaat kepada orang lain, saya mendengar dari para alim ulama bahwa orang hebat itu bukan membangun gedung yang tinggi dan gedung besar tapi mengajarkan. Memberi ilmu untuk orang lain itu akan abadi selamanya. Ilmu itu akan jadi penerus kita walaupun nanti kita tiada. Ilmu itu akan hidup dan menjadi bagian proses peradaban bangsa dan negara dan agama yang kita cintai ini,” Beta mengakhiri. (yog/ian)






