Sidoarjo (beritajatim.com) – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Sidoarjo bekerjasama dengan komunitas belajar angonponik (KBA) menggelar sosialisasi penggunaan Learning Management System (LMS) Cek Fakta bagi guru TIK se-Kabupaten Sidoarjo di SMPK St. Yusup Tropodo Jumat (8/11/2024).
Sekitar 30 guru dari beberapa sekolah swasta di Sidoarjo mengikuti pelatihan dan diskusi tentang pentingnya literasi media dan kemampuan memverifikasi informasi.
Puluhan guru tersebut diajak untuk mengenal berbagai fitur dalam LMS yang dapat digunakan untuk mengajarkan teknik-teknik memeriksa fakta, seperti menggunakan sumber yang dapat dipercaya, mengenali hoaks, serta menerapkan metode analisis yang tepat dalam menyikapi informasi yang beredar di masyarakat.
Sosialisasi ini juga menghadirkan berbagai simulasi dan studi kasus di mana para guru diajak untuk menganalisis informasi yang sering beredar di media sosial dan mencari cara yang tepat untuk memverifikasi kebenarannya.
Koordinator Mafindo Sidoarjo Inayah Sri Wardhani mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa, terutama dalam konteks dunia yang dipenuhi informasi yang belum tentu benar.

“Guru sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan paham tentang cara memeriksa kebenaran informasi,” ucapnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, Mafindo Sidoarjo berharap agar para guru bisa lebih memanfaatkan teknologi, termasuk LMS, dalam mengajarkan keterampilan penting seperti literasi media dan berpikir kritis, sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan informasi di era digital.
Kepala Sekolah LMS Cek Fakta Mafindo Dimas Fadhila menandaskan dengan memanfaatkan LMS, Mafindo ingin memberikan pelatihan yang tidak hanya membekali guru dengan teknologi, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dalam menganalisis dan menyaring informasi. “Dalam pelatihan ini LMS juga menyediakan modul ajar yang bisa diterapkan untuk belajar mandiri,” terangnya.
Sementara itu, Dimas Bagus, salah satu peserta mengakui pelatihan ini sangat bermanfaat untuk memperkaya metode pengajaran di kelas. “Sebagai guru, kami tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga bagaimana siswa dapat berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” katanya. (isa/kun)







1 Komentar
Pelatihan ini sangat baik dan bermanfaat dan juga bisa diaplikasikan kepada anak didik