Iklan Banner Sukun
Sorotan

Bukan BUMDes Biasa

Foto: [cottobro pexels-photo]

Pertemuan dengan Menteri Desa dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar membuat Bupati Hendy Siswanto sumringah. Kementerian Desa akan menggelar acara pemantapan dan pemantauan maupun evaluasi badan usaha milik desa (BUMDes) November 2021 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Paling lambat digelar awal Desember 2021. Saya berterima kasih ini diadakan di Jember, karena jumlah desa banyak yakni 226 desa. Kami membantu para kepala desa agar jangan sampai salah langkah,” kata Hendy.

BUMDes punya peran strategis dalam pengembangan perekonomian di kawasan desa. Hendy berharap BUMDes bisa menggerakkan potensi wilayah masing-masing untuk dikembangkan.

“Minimal ada ekspor-impor antardesa bisa dilakukan, dan garansi apabila kades diganti, orang-orangnya tetap bekerja di situ. Saran saya ada aparatur sipil negara yang dilibatkan dalam BUMDEs, sehingga kami bisa membantu mengontrol dan mengawasi, juga mengembangkan,” katanya.

Hendy menyadari bahwa Pemkab Jember tidak ikut serta dalam pembentukan BUMDes. “Itu produk desa, Pemkab Jember hanya mengawal. Harapan kami, pemkab bisa ikut merencanakan, ikut melakukan pengawasan. BUMDes kan ada sisa hasil usaha. Kalau BUMDes belum maksimal, bentuknya usahanya hanya simpan pinjam, saya belum sepakat meskipun itu boleh,” katanya.

Apalagi, ada sederet regulasi pemerintah memberikan peluang BUMDes untuk berkembang, seperti Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Peraturan Menteri Desa Nomor 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Harapan Hendy justru terjawab di Kabupaten Bojonegoro, ratusan kilometer di sebelah barat Jember. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Rejo di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, berhasil mengembangkan bisnis ayam petelur dengan bantuan PT Pertamina EP Cepu yang bermitra dengan Institute Development for Society (IDFoS Indonesia).

BUMDEs ini berdiri setelah melihat peluang usaha telur ayam di Bojonegoro. “Kebutuhan telur sangat kurang di Bojonegoro. Hanya mencukupi 30 persen kebutuhan warga, 70 persen dari luar kota. Peluang usahanya masih bagus. Hilirisasinya masih jauh,” kata Laily Mubarokah, Manajer Program Institute Development for Society (IDFoS Indonesia).

Namun pendirian BUMDes Makmur Rejo tak semulus disangka. Laily mengatakan, ada pro dan kontra saat BUMDes Makmur Rejo didirikan pertama kali dengan konsentrasi usaha ayam petelur. “Tahu sendirilah di masyarakat, ada pro dan kontra dengan adanya BUMDes ini, karena di Kecamatan Ngasem belum ada BUMDEs yang berhasil sebelumnya,” katanya, Rabu (24/2/2021).

Namun BUMDes Makmur Rejo jalan terus. Apalagi pemerintah desa mendukung dengan memberikan suntikan modal awal. Pertamina EP Cepu juga memberikan bantuan sarana produksi budidaya sebanyak 1.500 ekor ayam petelur dari Pertamina EP Cepu pada akhir 2017. Bantuan itu dilengkapi kandang, fasilitas pendukung, dan biaya operasional.

Setahun kemudian, Makmur Rejo kembali mendapatkan 2.500 ekor bibit ayam petelur, lengkap dengan kandang, kantor, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola dari Pertamina. Tahun 2019, Pemkab Bojonegoro ikut memberikan bantuan Rp 100 juta. Setelah bisnis berjalan, Pertamina EP Cepu memberikan pelatihan dan penguatan usaha pada 2020 agar lebih mandiri.

“Kami berharap BUMDes bisa mandiri dan mengakses pembiayaan, tanpa mengharapkan lagi bantuan dari Pertamina atau program lain. Kami juga berharap BUMDes ini bisa berinovasi dan membentuk unit usaha lagi selain ayam petelur,” kata Laily.

Salah satu inovasi adalah menambah protein Omega 3 dalam telur produksi BUMDes Makmur Rejo. “Sekarang kan lagi ngetren itu,” kata Laily.

Ketua BUMDes Makmur Rejo, Santoso, berharap bisa berkembang dan bersaing di sektor bisnis ayam petelur. “Grade telur dinaikkan dari telur biasa menjadi telur omega 3 sehingga harganya naik. Kami juga ingin menambah usaha ke depan untuk jangka panjang,” katanya. Dengan adanya ayam petelur ini, BUMDes Makmur Rejo memberdayakan warga setempat.

Edy Purnomo, JTB Site Office & PGA Manager mengatakan, Pertamina EP Cepu ingin menguatkan usaha rintisan yang telah berjalan di masyarakat. “Kami memberikan bantuan teknis kepada BUMDes agar mandiri dan dapat menjalin kemitraan bisnis dengan pihak lain,” katanya.

Itulah kenapa Pertamina EP Cepu memfasilitasi pelatihan dan pendampingan teknis. Pertamina ingin ikut membantu peningkatan kinerja usaha dan kemandirian BUMDes agar lebih baik. “PT Pertamina EP Cepu memegang komitmen untuk selalu memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Edy. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar