Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan melakukan cek kesehatan gratis bagi para sopir bus di Terminal Arjosari, Kota Malang pada Selasa (10/3/2026). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melihat langsung saat ratusan sopir dan awak bus menjalani pemeriksaan kesehatan.
Wahyu mengatakan, cek kesehatan bagi pengemudi dan kru merupakan cek kesehatan rutin yang biasa digelar menjelang Idul Fitri atau Lebaran. Hasil cek kesehatan sementara diketahui ada seorang sopir yang mengalami gangguan pendengaran dan seorang sopir yang memiliki kandungan alkohol di dalam tubuh.
“Yang pertama, ada yang terindikasi alkohol, tapi bukan minuman keras, dari vape dan konsumsi tape. Kemudian kedua, rata-rata ada tekanan darah tinggi karena mereka baru datang (kelelahan). Juga ada driver yang dites pendengarannya tidak merespons. Ini menjadi catatan, agar driver semua layak baik kesehatan fisik, termasuk dengan pancaindra,” ujar Wahyu.
Wahyu langsung meminta Kepala Dinas Kesehatan Husnul Muarif dan Kepala Dinas Perhubungan Widjaja Saleh Putra untuk menindaklanjuti hasil temuan sementara. Tetapi secara keseluruhan, Wahyu memastikan bahwa kondisi pengemudi bus layak untuk membawa penumpang atau pemudik ke daerah asal.
Kepala Dinas Kesehatan Husnul Muarif mengatakan untuk sopir bus yang ditemukan kadar alkohol di dalam tubuh diminta untuk istirahat terlebih dahulu. Sedangkan sopir yang mengalami gangguan pendengaran akan ditindaklanjuti oleh Kepala Terminal Arjosari dan PO bus bersangkutan untuk mendapat pemeriksaan kesehatan lanjutan maupun bantuan alat pendengaran.
“Cek kesehatan meliputi tes gula darah, tes fisik dasar, tes kandungan alkohol, dan tes narkoba dengan 6 parameter. Biasanya sopir yang mengalami gejala tekanan darah karena kurang istirahat. Kita koordinasikan dengan kepala terminal dan PO bus agar yang bersangkutan istirahat atau mendapatkan penanganan lanjutan,” kata Husnul.
Pemeriksaan melibatkan tim medis Dokkes Polresta Malang Kota, BNN Kota Malang, serta Dinas Kesehatan Kota Malang ini mulai dari pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, tes laboratorium sederhana, pemeriksaan alkohol, tes narkoba, hingga konsultasi dokter. Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dengan diikuti 115 pengemudi dan awak bus.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan pemeriksaan kesehatan sopir bus AKAP dan AKDP dilakukan untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan faktor manusia atau human error, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
“Langkah ini bertujuan selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di saat mudik juga momen liburan, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurangi fatalitas korban di jalan raya,” ujar Rio.
Dari hasil pemeriksaan 115 pengemudi, rata-rata kadar gula darah dinyatakan normal dan seluruh hasil tes narkoba negatif. Satu pengemudi yang terdeteksi kadar alkohol 0,2 namun masih dalam batas aman dengan pendamping pengemudi cadangan, serta satu pengemudi dengan pendengaran berkurang yang tetap dipantau lebih lanjut.
“Dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi, kami berharap perjalanan masyarakat saat arus mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” kata Rio. (luc/kun)






