Jakarta (beritajatim.com) – Special Olympics Indonesia (SOIna) mengajak pemerintah, dunia usaha, komunitas filantropi, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung atlet disabilitas intelektual melalui Charity Night yang digelar di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghimpun dukungan pendanaan bagi atlet SOIna yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 13–18 Oktober 2026, serta Special Olympics World Summer Games (SOWG) di Santiago, Chile, pada Oktober 2027.
Acara dihadiri Wakil Menteri HAM Mugiyanto, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, delegasi Lions Club Indonesia, kalangan pengusaha, serta para filantropis yang menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual.
Ketua Umum Pengurus Pusat SOIna, Warsito, mengatakan kepedulian terhadap atlet disabilitas intelektual merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara.
Menurutnya, olahraga bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri, kemandirian, persahabatan, hingga kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.
“Setiap individu memiliki potensi untuk berkembang, berprestasi, dan menginspirasi. Melalui olahraga, para atlet tidak hanya membangun kemampuan fisik, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, persahabatan, dan semangat untuk menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Warsito.

Ia menegaskan, Charity Night bukan hanya kegiatan penggalangan dana, tetapi juga ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet disabilitas intelektual agar mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Setiap dukungan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi bagi masa depan para atlet kami. Bantuan tersebut akan menghadirkan lebih banyak senyuman, harapan, dan kesempatan bagi mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi,” katanya.
Gubernur NTT: Tidak Ada Anak Bangsa yang Boleh Kehilangan Kesempatan
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada penyandang disabilitas intelektual.
Menurutnya, tema “Beri Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Mimpi tidak pernah mengenal disabilitas. Yang sering membatasi mimpi justru kurangnya kesempatan, kurangnya dukungan, dan kurangnya kepedulian kita sebagai masyarakat,” tegas Melkiades.
Ia mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah Pesonas II 2026 merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baginya, penyelenggaraan Pesonas bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi simbol bahwa Indonesia terus bergerak menuju masyarakat yang semakin inklusif.
“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh warga negara untuk hidup, berkarya, dan berprestasi,” ujarnya.
Pesonas II Jadi Seleksi Menuju World Games Chile 2027
Ketua Panitia Charity Night, Gatot Prihandono, menjelaskan malam penggalangan dana tersebut juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan olahraga dari atlet SOIna.
Mulai dari penyematan PIN Sahabat SOIna, penampilan cabang olahraga dance sport bertema Ondel-Ondel, tari This is Me, pertunjukan Sanggar Pelita Monas, hingga permainan biola oleh atlet SOIna.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Ine Kharisma mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas intelektual.
Menurutnya, Pesonas II 2026 akan menjadi ajang olahraga nasional yang diikuti sekitar 1.368 peserta dari 23 provinsi di Indonesia.
Kompetisi tersebut mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yaitu:
Atletik
Bocce
Sepak bola
Renang
Bulu tangkis
Tenis meja
Senam ritmik
Para atlet terbaik hasil Pesonas II nantinya akan dipersiapkan menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada Special Olympics World Summer Games Santiago 2027 di Chile.
Ajang dunia tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 6.000 atlet dari 170 negara dengan mempertandingkan 21 cabang olahraga.
Indonesia sendiri memperoleh kuota sebanyak 69 delegasi, terdiri atas atlet, pelatih, ofisial, pengurus tim, hingga tenaga medis.
SOIna berharap melalui dukungan berbagai pihak, semakin banyak atlet disabilitas intelektual Indonesia yang memperoleh kesempatan tampil di panggung internasional sekaligus menunjukkan bahwa prestasi dapat diraih oleh siapa pun tanpa memandang keterbatasan.
Apa itu Charity Night SOIna?
Charity Night SOIna adalah kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Special Olympics Indonesia untuk mendukung atlet disabilitas intelektual mengikuti Pesonas II NTT 2026 dan Special Olympics World Summer Games Chile 2027.
Kapan Pesonas II digelar?
Pesonas II berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Berapa peserta Pesonas II?
Sebanyak 1.368 peserta dari 23 provinsi dijadwalkan mengikuti ajang tersebut.
Apa tujuan Charity Night?
Menggalang dana sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap atlet disabilitas intelektual dan mendukung keberangkatan mereka ke kompetisi nasional maupun internasional. (ted)






