Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang yang inklusif sekaligus memberdayakan penyandang disabilitas melalui soft launching Toko dan Galeri DIKTA SuaR. Kegiatan yang digelar pada Selasa (5/5/2026) di Destinasi Wisata Kranggan (DWK), Desa Kranggan, Kecamatan Gurah ini menjadi tonggak penting dalam upaya berkelanjutan Pemkab Kediri untuk membuka akses ekonomi yang setara.
Melalui kehadiran galeri ini, para pelaku UMKM disabilitas diharapkan mampu berkembang lebih pesat dan mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya galeri tersebut sebagai wadah kolaboratif yang inspiratif. Beliau menilai bahwa keberadaan toko fisik ini akan mempermudah promosi produk yang sebelumnya dilakukan secara mandiri oleh masing-masing anggota.
“Alhamdulillah, hari ini galeri dan toko DIKTA mulai soft launching. Yang dulu mungkin secara mengenalkan usahanya, promosi usahanya masing-masing, dengan adanya toko dan galeri, panjenengan bisa secara kolektif berkembang bersama, saling bantu dan mempromosikan produk,” katanya saat memberikan sambutan di lokasi acara.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Cicha ini juga menambahkan bahwa Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) memberikan perhatian besar melalui berbagai kebijakan, mulai dari pendampingan hingga pelatihan khusus bagi para penyandang disabilitas. Sinergi antara pemerintah dan komunitas ini diharapkan dapat memacu para perajin untuk terus meningkatkan kualitas karyanya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya support penuh dari Mas Dhito dan Pemerintah Kabupaten Kediri, saya berharap panjenengan semua untuk terus menguatkan produk-produk panjenengan,” tambahnya memberikan semangat.
Mbak Cicha meyakini bahwa konsistensi dalam menghasilkan produk yang berkualitas akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, bahkan memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional di masa depan. Beliau menutup sambutannya dengan harapan tulus agar inisiatif ini membawa keberkahan bagi seluruh anggota komunitas DIKTA.
“Terakhir, doa saya semoga galeri DIKTA SuaR ini bisa istiqomah, bisa laris terus, dan pada akhirnya teman-teman DIKTA bisa dikenal dengan produknya serta semakin sejahtera,” ujarnya di hadapan para undangan.
Sementara itu, Ketua Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA), Mochamad Sugianto, menyebut kehadiran toko dan galeri ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk terus berkarya dan berdaya secara ekonomi. Kehadiran fisik galeri di tengah destinasi wisata diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke DWK.
“DIKTA lahir dari mimpi sederhana, berkarya tanpa batas, tangguh tanpa alasan. Kami percaya, disabilitas bukan penghalang untuk mandiri dan berprestasi,” ungkap Sugianto dengan penuh optimisme.
Sangat menginspirasi melihat kolaborasi ini membuahkan hasil nyata berupa galeri fisik, apalagi lokasinya strategis di area wisata. [ADV PKP/nm]






