Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Mungkin terkesan klise dan sederhana. Namun, kalimat ini perlu untuk kita tanamkan pada diri sendiri. Terutama, agar kita tidak terjebak di social comparison.
Anda mungkin pernah atau bahkan sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hal itu terjadi baik dari segi penampilan, pencapaian karir, atau bahkan hanya sekedar berat badan. Itu tandanya Anda sedang terjebak dalam social comparison.
Social comparison atau perbandingan sosial adalah proses ketika Anda membandingkan diri sendiri dengan lingkungan sosial. Biasanya, ini dilakukan dengan cara menilai diri sendiri yang meliputi kemampuan, ataupun sifat diri kamu dan membandingkannya ke orang lain.
Posisi ini memaksa seseorang seringkali kurang percaya diri dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Atau sebaliknya merasa terlalu percaya diri.
Social comparison ini dua jenis, yaitu upward dan downward comparison. Upward Social Comparison adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang berusaha membandingkan apapun yang ada di dirinya sendiri dengan hal yang dianggap lebih baik pada diri orang lain. Entah itu kepandain, berat badan, wajah, ataupun hal lain yang ada dalam diri seseorang.
Downward Social Comparison merupakan kondisi yang terjadi ketika Anda membandingkan apapun yang ada di diri Anda dengan orang lain yang dinilai tidak lebih baik dari diri Anda. Hal ini punya keuntungan pada Anda yaitu bisa memotivasi diri dan memunculkan emosi positif yang bisa meningkatkan rasa percaya.
Namun tidak baik juga jika sampai terjadi berlebihan. Karena setiap orang punya motivasi untuk jadi orang yang lebih baik dan mencari kepastian atau pengakuan jika diri Anda selalu lebih baik dibanding orang lain. Bahkan bisa juga memicu depresi dan memandang rendah diri sendiri atau terlalu meninggi.
Untuk menangani hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan atau upayakan. Pertama, coba kenal lebih dalam tentang kekurangan dan kelebihan diri Anda.
Kedua, paham dengan kondisi emosi dan perasaan Anda sendiri. Lalu ketiga, jangan gampang percaya dengan suatu hal yang ada di media sosial. Keempat, Anda tidak perlu jadi FOMO untuk up to date pada hal tren yang sedang terjadi. Lalu terakhir, cari dukungan berarti dari teman di lingkungan Anda. [dan/tur]






