Jakarta (beritajatim.com) – Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (PP LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai melakukan klarifikasi terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono.
Usai melakukan klarifikasi, Adhy memastikan, dirinya sudah menjelaskan semua tekait harta kekayaannya. Dia pun menegaskan, tidak ada yang ditutupi.
“Insyaallah clear. Saya buka semuanya ya. Tidak ada yang saya tutup-tutupi,” kata Adhy di gedung Merah Putih KPK, Senin (22/5/2023).
Dia pun berharap tidak dipanggil lagi untuk melakukan klarifikasi. Adhy pun mengaku, dirinya akan bersikap kooperatif mendatangi KPK untuk klarifikasi. “Insyaallah nggak (dipanggil lagi),” ujarnya singkat.
Seperti diketahui, KPK juga telah melakukan klarifikasi kepada Adhy pada Senin (10/4/2023). Lalu, KPK kembali memanggil Adhy pada Rabu (17/5/2023) namun berhalangan hadir. Dan baru hari ini dilakukan pemanggilan ulang.
Sementara itu, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada KPK, Adhy menyebutkan total harta yang dimiliki per 8 Maret 2023 mencapai Rp5,82 miliar.
Dalam LHKPN tersebut, Adhy masih menjabat sebagai Staf Ahli bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kementerian Sosial. Dalam LHKPN tersebut, diuraikan Adhy memiliki empat bidang tanah/rumah dengan total nilai Rp4,46 miliar.
Baca Juga: Mengintip Harta Sekda Jawa Timur Adhy Karyono
Dua bidang tanah dan bangunan tersebut berada di Jakarta Timur seluas 102 meter persegi/86 meter persegi dengan nilai Rp1,2 miliar dan seluas 160 meter persegi/250 meter persegi dengan nilai Rp1,7 miliar. Satu bidang tanah dan bangunan seluas 144 meter persegi/60 meter persegi di daerah Depok Jawa Barat senilai Rp1,2 miliar. Terakhir tanah dan bangunan di Garut seluas 3136 meter persegi/60 meter persegi senilai Rp 360 juta.
Adhy juga tercatat ‘hanya’ memiliki dua kendaraan roda empat, yakni Toyota Yaris tahun 2015 senilai Rp 100 juta dan Honda HR-V tahun 2015 senilai Rp150juta. Harta bergerak lainnya senilai Rp 186 juta, surat berharga Rp 1 miliar, kas dan setara kas Rp 512 juta. Adhy disebutkan juga memiliki hutang Rp664 juta. (hen/ted)






