Kediri (beritajatim.com) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Kediri menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk posisi tiga besar Lomba Sekolah Moderasi Beragama. Lomba Sekolah Moderasi Beragama tingkat Provinsi Jawa Timur ini diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Hal ini terungkap saat Pj Wali Kota Kediri Zanariah bersama Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Kediri melakukan presentasi Lomba Sekolah Moderasi Beragama secara daring. Zanariah menuturkan Pemkot Kediri selalu berkeyakinan dan terus berkomitmen bahwa semua pemeluk agama punya hak dan kesempatan yang sama, untuk membangun negeri tercinta Indonesia.
Berkat komitmen ini, ia menjelaskan, Kota Kediri meraih Indeks Kerukunan Umat Beragama kategori sangat tinggi yaitu angka 4,56, atau setara dengan nilai 91,24. Selain itu, Kota Kediri juga mendapat apresiasi dari Setara Institut dan dinobatkan sebagai 10 Besar Kota Paling Toleran se-Indonesia empat tahun berturut-turut.
Dengan keberhasilan SMP Negeri 4 ini, menurut Zanariah merupakan gambaran kecil dari kegiatan kerukunan umat beragama di Kota Kediri sekaligus menguatkan sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga moderasi beragama. Harapannya, presentasi Lomba Sekolah Moderasi Beragama ini dapat memberikan hasil yang maksimal bagi Kota Kediri, khususnya untuk SMP Negeri 4 bisa mewakili Jawa Timur sampai ke tingkat nasional.
“Tak lupa, atas nama Pemerintah Kota Kediri, saya mengucapkan selamat kepada SMP Negeri 4 beserta seluruh civitas akademika. Terima kasih juga kepada Kepala Kantor Kementerian Agama, atas kesempatan, dukungan dan bimbingannya yang telah diberikan kepada SMP Negeri 4,” ujar dia.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni, adanya Lomba Sekolah Moderasi Beragama merupakan dimana SMP Negeri 4 Kota Kediri masuk dalam posisi 3 besar sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan dukungan kepada sekolah tersebut. Terutama bagaimana sekolah ini mampu mewujudkan sekolah bermoderasi agama.
Ia menjelaskan ada empat indikasi manakala sekolah itu masuk dalam moderasi beragama atau tidak, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penghargaan terhadap budaya lokal.
“Saya yakin keempat ini sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 4 Kediri telah diaplikasikan dan diwujudkan dalam hal cinta tanah air, toleransi dengan memfasilitasi tempat-tempat ibadah, adanya Sahabat Harmoni untuk menciptakan sebuah lingkungan yang nyaman tanpa ada kekerasan. Ditambah lagi dengan penghargaan budaya lokal dengan memberikan fasilitas kepada seluruh anak-anaknya untuk melestarikan budaya masing-masing,” jelas Zamroni yang turut hadir dalam acara tersebut.
Lebih lanjut ia berharap SMPN 4 Kota Kediri bisa meraih juara dalam perlombaan ini. Karena moderasi beragama ini sudah dilakukan oleh SMPN 4 Kota Kediri sebelum adanya Lomba Sekolah Moderasi Beragama.
Perlu diketahui, 3 besar sekolah jenjang SMP, yang melakukan presentasi Lomba Sekolah Moderasi Beragama yakni UPT SMPN 1 Kesamben Kabupaten Blitar, SMPN 4 Kota Kediri dan SMPN 3 Kota Malang.
Hadir secara virtual dalam kesempatan ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar dan dewan juri. Serta turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Anang Kurniawan, perwakilan FKUB Kota Kediri, Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Kediri Yayuk S. Cahyaningsih beserta guru dan komite sekolah. [nm/aje]






