Malang (beritajatim.com) – SMKN 3 Malang menjadi sekolah yang sering dikunjungi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) Pusat Keunggulan (PK) dari berbagai daerah. Sekolah ini pernah dikunjungi kepala SMK dari Medan, Riau, Padang Yogyakarta, Lombok, Bali, Manado, Makassar, dan beberapa SMK dari Kalimantan.
Kunjungan tersebut berkat adanya techno park yang merupakan fasilitas unggulan SMKN 3 Malang. Kepala SMKN 3 Malang, Dra. Lilik Sulistyowati, M.Si., menjelaskan bahwa techno park adalah wadah bagi siswa sebelum mereka prakerin di dunia industri.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/rombongan-guru-pengabdian-gontor-kecelakaan-3-meninggal/
“Jadi di technopark itu kami punya hotel dengan 19 kamar. Itu ada tengah kota selesai full booked. Siswa kelas 11 perhotelan belajar menjadi front office, ada yang bekerja di housekeeping nya kemudian di laundry. Itu dilakukan saat mereka masih kelas 11 sebelum mereka dikirim ke Industri mereka harus belajar di sini,” kata Lilik Sulistyowati.
Selain itu, bagi siswa kelas 10 jurusan tata boga techno park dijadikan tempat belajar untuk mengelola pesanan catering nasi kotak. Di techno park terdapat cafe dan pastry, siswa diajarkan untuk mengolah berbagai makanan sampai dengan menyajikannya.

“Kita menyiapkan anak-anak dengan bimbingan dan pengawasan dari 2 karyawan yang merupakan alumni kami. Termasuk kalau kita ada tamu tamu masuk di cafe jadi anak juga praktek untuk servisnya, melayaninya dan lain sebagainya,” ujar kepala sekolah.
Kepala SMKN 3 Malang menjelaskan bahwa technopark juga memberikan akses belajar pada siswa jurusan kecantikan. Di situ ada klinik kecantikan yang piket adalah siswa kelas 11 kecantikan.
“Disini harganya lebih murah. Jadi disini juga menerima perawatan kecantikan umum kebanyakan biasanya mahasiswa atau masyarakat umum maupun dari internal. Itu lebih ke salon perawatan,” ujar kepala SMKN 3 Malang.
Kemudian, technopark memiliki sanggar busana yang dikhususkan jadi tempat belajar jurusan tata busana. Bahkan beberapa waktu lalu, dua siswa kelas SMKN 3 Malang dikirimkan keliling Eropa, di kota mode dunia Paris.
“Mereka memanfaatkan baju-baju desain mereka itu di kota mode dunia di Paris. Tata busananya di sanggar bersama itu menerima kalau ada orang pesan baju sesuai dengan contoh dan sebagainya. Kami juga menerima order apa boneka presisi dari Polres yang dikerjakan oleh anak-anak,” kata kepala SMKN 3 Malang.
Siswa SMKN 3 Malang, kata Lilik, sudah langsung siap untuk terjun ke dunia kerja maupun menjadi entrepreneur. Bahkan alumni SMKN 3 Malang sudah siap terjun ke dunia industri.
“Alhamdulillah alumni kami keterima di masyarakat mau diterima di hotel dan buka atau cateringan. Beberapa juga sudah membuat usaha sendiri. Itu karena kami juga memberikan pelatihan khusus tentang wirausaha,” pungkasnya.
Sebagai informasi SMKN 3 Malang terdiri atas lima jurusan. Ada jurusan tata boga, kecantikan, tata busana, perhotelan, dan Teknik Komputer Jaring atau TKJ. (dan/kun)






