Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memastikan laju inflasi tahunan atau year on year (yoy) pada sepanjang tahun 2025 berada pada angka 2,95 persen, yang berarti masih bertahan dalam rentang target nasional sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen. Berdasarkan data Berita Resmi Statistik yang dirilis pada Selasa (6/1/2026), capaian ini menempatkan stabilitas ekonomi Kota Tahu dalam kondisi yang terkelola dengan baik di tengah dinamika pasar.
Kepala Bagian Perekonomian Kota Kediri sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, mengungkapkan bahwa inflasi yoy saat ini sangat dipengaruhi oleh tren konsumsi masyarakat. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami peningkatan permintaan, disusul oleh lonjakan signifikan pada permintaan produk kecantikan atau skincare.
Capaian ini menunjukkan bahwa inflasi daerah tetap terkendali berkat berbagai langkah strategis yang telah dilaksanakan bersama TPID Kota Kediri secara konsisten.
Bambang mengemukakan, berbagai langkah konkret telah dilakukan yakni melalui Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Sepanjang tahun 2025 kemarin, Pemkot Kediri telah melaksanakan 54 kali OPM dan 30 kali GPM sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga inflasi agar tetap dalam batas aman,” ungkapnya.
Dalam upaya pengendalian inflasi ke depan, Bambang terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kenaikan harga secara artifisial, seperti penimbunan barang, belanja berlebihan, dan panic buying. Langkah preventif ini krusial agar rantai pasok tetap stabil dan harga tidak melonjak tajam akibat perilaku spekulatif.
Pemerintah juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) terkait pelaksanaan OPM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terkait pelaksanaan GPM, Perum Bulog Kediri, serta Bank Indonesia Kediri. Sinergi ini menjadi tulang punggung dalam menjaga daya beli masyarakat di seluruh kecamatan di Kota Kediri.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan masyarakat atas capaian tersebut. Ke depan, masyarakat kami imbau untuk terus menerapkan pola konsumsi yang bijak guna mempertahankan stabilitas inflasi hingga tahun mendatang,” jelasnya.
Menurut Bambang, inflasi yang memenuhi target nasional menandakan kondisi perekonomian daerah yang relatif stabil dan terkelola dengan baik. Hal ini memberikan sinyal positif bagi iklim investasi dan kesejahteraan warga Kota Kediri secara umum.
Memasuki tahun 2026 ini, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan, mengutamakan produk domestik, serta menerapkan pola konsumsi yang efektif dan efisien. Bagi Generasi Z dan kaum milenial, kesadaran dalam berbelanja bijak menjadi kunci utama dalam menjaga angka inflasi tetap rendah.
“Dengan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat ini kami sangat berharap semoga stabilitas inflasi di Kota Kediri dapat terus terjaga sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju Kota Kediri MAPAN,” pungkasnya. [nm/but]






