Surabaya (beritajatim.com) – Nanda Aliefira RN, siswa SMA Negeri 3 Surabaya ini berhasil lolos mengikuti Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) di Bandung pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2023 mendatang.
JNGH merupakan ajang pertemuan 200 pelajar SMA/SMK/Sederajat terbaik dari 37 provinsi di Indonesia yang peduli terhadap lingkungan untuk membangun perubahan lingkungan.
Nanda berhasil mewakili Jawa Timur bersama 10 pelajar lainnya. Dari Surabaya sendiri, terpilih dua siswa yakni Nanda dan satu temannya. Mereka yang lolos ini telah mengalahkan 900 peserta seleksi lain dari seluruh Indonesia.
“Jadi, kemarin tanggal 31 Maret ada pengumuman kelulusan Jambore Nasional Green Generation (JNGH, red) di Bandung. Nah, saya Alhamdulillah lulus menjadi delegasi Jawa Timur,” kata Nanda kepada beritajatim.com, Senin (23/4/2023).
Nanda mengatakan, JNGH tersebut telah digelar sebanyak 8 kali sejak 2015 silam. Untuk kesembilan kalinya nanti di Bandung, jambore bakal mengkampanyekan isu lingkungan bertema food waste.
“Di JNGH nanti kita mengikuti pelatihan dan pembelajaran selama lima hari. Harapannya, setelah selesai program, alumni JNGH bisa lebih aktif dan peduli terkait lingkungan,” ujarnya.

Putri dari pasangan Achmad Arief Suhendro dan Sari Wengi itu pun menjelaskan, bahwa Green Generation Indonesia sebagai penyelenggara jambore sekaligus menjadi organisasi pemuda yang bergerak di bidang lingkungan, berfokus untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan kepada para generasi muda.
“JNGH sendiri menjadi pertemuan pelajar terbaik yang peduli terhadap lingkungan untuk membahas dan mencari solusi dalam memecahkan isu-isu lingkungan dari 38 Provinsi di Indonesia, dan nantinya kembali ke daerah untuk menjadi pelopor lingkungan hidup daerah,” jelas dia.
Ia menceritakan, mulanya ia ingin mengikuti jambore tersebut sejak 2022 lalu. Hanya saja, Nanda harus memendam impiannya untuk sementara waktu lantaran mengalami sedikit masalah. Nah, tahun ini JNGH digelar di Bandung, dimana menjadi kota yang memang ingin ia singgahi. Itulah yang juga membulatkan tekadnya untuk mengikuti jambore nasional tersebut.
“Ada dua seleksi, saya diharuskan mengumpulkan essay dan video kampanye terkait food waste. Setelah itu daftar di G-form. Di situ juga dimintain info pengalaman dan lainnya, karena juga dipertimbangkan. Pendaftarannya dibuka sampai 30 maret, lalu diumumkan 10 April kemarin,” tutur Nanda.
Anak pertama dari tiga saudara tersebut juga mengungkapkan, bahwa sejak SD dirinya sudah tergabung dalam kelompok aktivis lingkungan. Dia bahkan sempat mengikuti program Pangeran Putri Lingkungan Hidup Surabaya. Sehingga, sedikit banyak sudah memahami pentingnya menjaga lingkungan.
BACA JUGA:
Hak Anak di Kota Batu Terlindungi Lewat Jambore
Bupati Sidoarjo Lepas 16 Penggalang Terpilih ke Jambore Nasional XI Cibubur
“Tapi lingkupnya kecil, hanya sekolah. Kalaupun di luar sekolah juga jarang, jadi saya ingin banget bisa gabung di organisasi lingkungan yang lebih luas, mencangkup nasional, bahkan kalau ikut program JNGH ini saya bisa ketemu teman-teman yang juga paham dan mau menyuarakan isu lingkungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia pun mengaku bangga bisa turut berkontribusi dalam kegiatan akbar tersebut. Harapannya, apa yang ia capai tersebut bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat Jatim, khususnya Surabaya untuk aktif dan peduli terhadap lingkungan.
“Karena jambore nasional ini merupakan event bergengsi yang mempertemukan 38 provinsi yang ada di Indonesia. Dari 929 peserta yang lolos hanya 210 peserta saja, dan Alhamdulillah dari delegasi Jawa Timur, peserta domisili Surabaya lolos dua peserta termasuk saya dari SMAN 3,” tandasnya. [ipl/but]






