Sidoarjo (beritajatim.com) – Pentingnya menanamkan jiwa entrepreneur pada siswa sejak usia dini. Hal ini seperti yang diterapkan oleh SMP Al Azhar 54 Sidoarjo kepada siswanya melalui assesmen sumatif tengah semester berbasis proyek.
Hal ini didasarkan pada pentingnya mengembangkan soft skill agar mulai berkembang di usia remaja.
Proyek itu mengajarkan peserta didik untuk menghasilkan produk.
Humas SMP Islam Al Azhar 54 Sidoarjo, Nuning Ratna Megawati mengatakan kegiatan formal secara akademik ini juga bagian dari mengasah pengalaman dalam banyak hal.
Salah satunya mengajarkan anak-anak menghitung biaya produk, dan mempresentasikan di konsumen secara langsung.
“Dalam menyelesaikan proyek, anak-anak dituntut untuk mampu berdiskusi, berkomunikasi dengan
banyak pihak terutama teman dalam satu tim. Selain itu, mereka juga harus mampu menentukan pasar konsumen dan lokasi penjualan untuk memasarkan produk,” ucapnya, Selasa (19/9/2023).
Nuning menambahkan, seluruh desain promosi produk juga dibuat mandiri oleh anak-anak pada masing-masing kelompok. Di akhir proyek, mereka juga harus melaporkan seluruh alur/proses penjualan kepada bapak/ibu guru sesuai pembukuan mereka.
“Nanti mereka diharuskan melaporkan mulai dari latar belakang memilih menu, detail alat bahan serta laporan laba/rugi yang dihasilkan. Selama proses tersebut, mereka dibimbing dan didampingi oleh bapak/ibu guru. Semoga menjadi awal yang baik untuk meningkatkan soft skill,” harapnya.
Ketua panitia PTS project semester Gasal, Ferina Widya Wiyanti menegaskan pekan lalu anak-anak telah menentukan pangsa pasar dan jenis olahan buah yg dibuat. Hal itu selaras dengan kurikulum merdeka, mapel prakarya, yang berbasis kewirausahaan.
Dalam proses penjualan produk mereka diberi kebebasan menentukan metode penjualan bisa melalui kantin, market place atau yang lain.
“Sehingga dalam rangkaian PTS berbasis proyek ini sebagai wadah mengasah murid mempertajam soft skillnya, kemampuan kerjasama, komunikasi, marketing dan melahirkan ide produk andalan kewirausahaan yg sudah bisa dimulai sejak dini oleh ananda,” jelas Ferina.
BACA JUGA:
Dokter Gadungan Menangis saat Sidang di Pengadilan Negeri Surabaya
Erlan (12) salah satu siswa yang tergabung dalam kelompok Piscok Malik Almawz ini misalnya. Ia bersama kelompok nya optimis produk yang dibuat bakal laris di pasaran yang sudah mereka perhitungkan sebelumnya.
“Tentu optimis dong soalnya sudah laku di beli teman-teman sendiri. Selain itu menu dan resep juga asli buatan kami sendiri semua sudah diperhitungkan,” tutur siswa kelas VII tersebut. [isa/but]






