Malang (beritajatim.com) – Tiga orang siswa SMK Telkom Malang, yakni M. Fikri Alfaraby, Nabila Rozan Humairoh dan Abid Abdullah Ghani menorehkan prestasi membanggakan.
Ketiganya membuat inovasi Manggrow, sebuah platform yang dirancang untuk memfasilitasi upaya pelestarian ekosistem maritim melalui inovasi teknologi.
“Manggrow menghubungkan antara Masyarakat, Lembaga Swadaya Lingkungan Masyarakat, Serta Petani untuk rehabilitasi mangrove,” terang perwakilan kelompok, Fikri Alfaraby.
Fikri menguraikan, Manggrow menyediakan berbagai fitur menarik. Pertama penanaman bibit online, dimana masyarakat individu bisa menanam bibit mangrove hanya dari rumah saja melalui mitra dalam aplikasi,
“Selain itu, Manggrow akan menyediakan alat IOT untuk pemantauan perkembangan pertumbuhan bibit mangrove yang akan bisa dilihat dari dua sisi yakni pengguna serta mitra. Alat IOT akan dilengkapi dengan lima Sensor yakni suhu, kelembapan tanah, cahaya, udara, serta PH air,” kata pria berusia 18 tahun ini.
Di sisi lain, pada aplikasi tersebut, pengguna juga bisa berdonasi untuk program program lingkungan yang diselenggarakan oleh Komunitas/Organisasi pecinta lingkungan.
“Dengan ini kami berharap, Manggrow dapat menciptakan kolaborasi yang baik untuk bersama sama mendorong perbaikan infrastruktur maritim dalam pelestarian mangrove,” imbuh dia.

Kemudian, lanjut Fikri, Pengguna juga akan mendapatkan sertifikat dan gamefikasi leaderboard berupa poin setelah menanam atau berdonasi pada aplikasi.
“Sehingga hal ini akan lebih menarik pengguna untuk melestarikan lingkungan. point ini juga akan dapat ditukarkan menjadi bibit gratis dalam aplikasi,” imbuh dia.
Menurutnya, fokus utamanya yakni bekerjasama atau bermitra dengan petani tambak di wilayah pesisir untuk menerapkan sistem tambak silvofishery, sistem tambak silvofishery ini adalah sistem pertambakkan dengan pemanfaatan tanaman mangrove sebagai media budidayanya
“Kerusakan hutan mangrove salah satu pemicu utamanya adalah alih fungsi lahan menjadi tambak. Alih alih pertambakkan ini menjadi alasan untuk merusak lingkungan, kami ingin mengajak dan mengedukasi para petani untuk bersama – sama melestarikan mangrove dengan menerapkan sistem silvofishery ,” kata dia.
“Selain itu, dari penelitan yang dilakukan tambak sistem silvofishery ternyata juga dapat meningkatkan kualitas hasil pertambakkan, ini dikarenakan mangrove memiliki fungsi ekologi yang baik bagi ekosistem perikanan,” lanjut dia lagi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Fikri mengaku, inovasi tersebut bermula dari mengikuti lomba FIKSI (Festival Inovasi dan Kewirausahaan) yang diadakan oleh pusat prestasi nasional dan kemendikbud ristek. Lomba ini diikuti 1000 lebih pelajari di Indonesia.
“Usaha tidak menghianati hasil. Setelah kami berjuang dan bekerja keras dalam mengembangkan aplikasi manggrow ini alhamdulillah tim kami mendapatkan juara 1 Medali Emas pada tangga 30 September 2023 dalam perlombaan FIKSI,” kata dia.
Ide tersebut muncul lantaran banyak masyarakat indonesia yang belum memanfaatkan potensi tanaman mangrove secara optimal. Dengan kata lain mereka akhirnya lebih memilih untuk merusaknya dan meng-alih fungsikan menjadi berbagai hal salah satunya tambak.
Rehabilitasi mangrove juga dihadapkan pada berbagai kendala sosial dan kondisi biofisik lahan sepert PH dan temperatur Suhu yang tidak tentu
“Karena pada platform manggrow ini kami ingin membawa visi yang besar dan mulia untuk masyarakat dan kelestarian lingkungan kita. Visi kami adalah transformasi ekosistem hutan mangrove secara masif dengan cakupan mencapai minimal 10% dalam 5 tahun mendatang,” kata Fikri.
Dengan mewujudkan visi ini, mereka berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
“Transformasi ekosistem mangrove yang masif akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, alam, dan ekonomi lokal. Selain itu, proyek Manggrow juga bertujuan untuk memberikan peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi secara langsung pada pelestarian lingkungan,” papar dia.
Fikri menyebut, pengembangan inovasi ini tak lepas dari peran guru mereka, yakni Muhammad Arifin yang mana juga merupakan guru produktif.
Dia berharap, ke depan, Manggrow dapat segera didistribusikan kepada masyarakat luas. Sehingga, bisa merasakan fitur menarik dari aplikasi tersebut.
“Selain itu, kami juga harus dapat terus mengembangkan platform ini menjadi lebih baik lagi. Kami akan berfokus pada inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan, baik dari segi fungsionalitas, keamanan, maupun kualitas dari alat IOT dan fitur dari aplikasi manggrow,” kata dia.
“Dengan harapan dan tujuan ini, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan lingkungan dan memberikan nilai tambah kepada masyarakat melalui aplikasi Manggrow,” pungkas dia. (ted)
==================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






