Surabaya (beritajatim.com) – Tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan ratusan korban jiwa menyisakan duka mendalam bagi seluruh warga Indonesia, bahkan dunia. Aksi-aksi kemanusiaan terus mengalir dari berbagai pihak termasuk dari lingkungan sekolah.
Seperti yang dilakukan siswa Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Jagir, Surabaya. Mereka bersama menggambar mural sebagai bentuk dukungan kepada Aremania.
Pada Sabtu (8/10/2022) siang, puluhan siswa SD tersebut membuat mural sebagai bentuk empati. Lewat pembuatan mural ini, diharapkan tertanam jiwa persaudaraan dan solidaritas di hati para siswa sejak dini.
Wali Kelas 5 SD Muhammadiyah 7, Ainur Rohmawati menjelaskan mural tersebut berisi pesan duka cita serta dukungan untuk bangkit dan semangat membangun persaudaraan.
“Di sini anak-anak lagi kelas kolaborasi mural bersama Komunitas Mural Surabaya. Ini menggambarkan persatuan sepak bola, agar persatuan sepak bola di Indonesia, terutama Aremania dan (Bonek) Persebaya bersatu menjadi persaudaraan,” ujar Ainur.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
“Kita mengadakan mural ini sebagai bentuk duka cita agar supporter bisa bersatu lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Mentor dari Komunitas Mural Surabaya, Uri menjelaskan, kegiatan ini sebagai simbolis sekaligus momentum untuk mengajarkan siswa untuk menyikapi sesuatu dengan kegiatan positif.
“Pihak panitia selaku guru-guru ingin menanamkan bagaimana sih cinta damai itu sejak dini. Karena nanti murid-murid di sini yang akan menggantikan pemain-pemain Persebaya di masa yang akan datang.
Ia menambahkan, bahwa rivalitas ataupun fanatisme itu memang diperbolehkan dalam sebuah pertandingan olahraga. Dan selebihnya, semua adalah manusia biasa yang harus cinta perdamaian.
“Anak-anak juga menyikapi berita viral dimana-mana dengan positif, itu yang utama. Jadi tidak ada fanatisme yang negatif, anak-anak akan mengerti seperti inilah kondisi sepak bola Indonesia,” tandasnya. [ipl/beq]








