Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan siswa SD terbaik dari setiap kecamatan mengikuti lomba hitung cepat bertajuk Olimpiade Matematika Gasing (Gampang Asyik dan Menyenangkan) yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa di mata pelajaran matematika.
Total terdapat 75 siswa SD dari kelas 4 – 6 mengikuti olimpiade yang berpusat di aula SD Negeri Model, Kecamatan Banyuwangi ini. Kemampuan mereka diuji, mengerjakan setiap soal dengan cepat.
Soal matematika itu terpampang melalui layar laptop di hadapan mereka. Mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian hingga 4 digit dalam waktu hitungan detik.
“Olimpiade ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan berhitung cepat usai dilatih metode gasing. Harapan kami, ini bisa meningkatkan literasi matematika anak Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiadani, Selasa (27/2/2028).
Menurut Bupati Ipuk, Pemkab Banyuwangi telah bekerja sama dengan Prof. Yohanes Surya yang mengembangkan metode Smart Gasing tersebut sejak setahun terakhir. Metode ini dinilai terbukti berhasil meningkatkan kemampuan matematika anak-anak.
Prof Yohanes Surya merupakan fisikiwan dan pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI. Dengan metode pembelajaran gasing ini, anak-anak diajarkan lebih cepat belajar berhitung. Gasing memanfaatkan lagu, latihan logika, otak kiri-kanan, hingga motorik dalam penerapannya.
“Matematika ini menjadi salah satu ilmu terpenting, ratunya ilmu pengetahuan. Ini sekaligus membentuk logika anak, kemampuan analisis. Sehingga dengan dilatih matematika, mereka bisa menjadi anak hebat, jago sains, punya kemampuan analisis, yang ini menjadi bekal bagi masa depannya,” ujar Bupati Ipuk.
Pada olimpiade ini, setiap tim akan diberikan 100 soal matematika yang harus diselesaikan secara cepat dalam waktu maksimal 30 menit. Penilaian pada babak penyisihan berdasarkan kecepatan dan ketepatan jawaban.
Mereka nantinya akan diambil sepuluh tim terbaik untuk menuju semi final. Pada babak kedua, masing-masing tim akan berebut menjawab soal untuk mendulang poin terbanyak.
Bagi 5 tim yang lolos final, mereka akan melalui 3 ujian. Yakni sesi Gasing Nyoto dimana tim harus bisa menjelaskan konsep perkalian dan pembagian, dilanjutkan sesi Carem Logika dengan menampilkan atraksi kebudayaan disertai dengan gasing, lalu ditutup sesi jejak poin soal (Jempol) dan puzzel.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan olimpiade Gasing ini diikuti pelajar SD se-Banyuwangi. Masing-masing kecamatan mengirimkan tiga delegasi terbaiknya sebagai satu tim.
“Mereka dipilih 3 terbaik dari masing-masing kecamatan yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan gasing. Sudah ribuan siswa SD yang telah mengikuti pelatihan ini. Tahun ini pelatihan metode gasing ini akan disasarkan pada siswa SMP,” kata Suratno.
Para pemenang olimpiade tingkat kabupaten ini, selanjutnya akan disiapkan untuk mengikuti olimpiade gasing nasional dan internasional “Asia Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary School (ASMOPSS).
“Akhir tahun nanti, ASMOPSS akan dihelat di Banyuwangi yang diikuti para pelajar terbaik se-Asia,” tutup Suratno. (rin/ted)






