Jember (beritajatim.com) – Pemberlakuan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Pemain (SIAP) menjadi seleksi alam bagi klub-klub amatir yang terlibat dalam pembinaan sepak bola di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Denny Ariyanto, Komite Eksekutif Bidang Pembinaan Usia Dini Asosiasi Kabupaten PSSI Jember, mengatakan, aplikasi ini adalah pendataan dalam jaringan seluruh pemain tim sebagai syarat untuk menjadi peserta turnamen Piala Suratin U13 dan U15. “Jadi syaratnya klub harus mengisi aplikasi SIAP ini,” katanya, Kamis (19/10/2023).
SIAP ini adalah semacam bank data pemain sepak bola di Jember. “Dengan jelasnya data pemain di sebuah klub, tidak terjadi pinjam-meminjam pemain atau comot-mencomot pemain,” kata Denny.
Sesuai hasil Kongres Tahunan Askab PSSI Jember, saat ini ada 51 klub dan 4 sekolah sepak bola terafiliasi yang bisa mendaftarkan diri mengikuti Piala Suratin. “Sesuai regulasi, mungkin sesuai regulasi per kelompok usia, setiap tim bisa mendaftarkan maksimal 30 orang pemain,” kata Denny.
Askab sudah melaksanakan sosialisasi soal SIAP ini di kantornya pada 18 Oktober 2023. Sosialisasi dibutuhkan karena setiap klub harus memperbarui data pemain. “Mungkin ada perpindahan pemain, atau ada pemain baru yang kemarin ikut U13 sekarang ikut U15. Jadi harus di-update terus. Semua klub harus memiliki tim teknologi informasi yang memutakhirkan data pemain,” kata Denny.
Menurut Denny, sebetulnya tidak ada kesulitan jika klub mengikuti tahapan yang ada. “Harus ada peran aktif ketua klub masing-masing. Selama ini ketua klub ada yang masih kurang intensif, karena mungkin tidak melakukan pembinaan yang konsisten. Sosialisasi Askab ini sudah jelas, tanggal dan tahapannya ada. Kami tidak saklek, memberi waktu atau ruang kepada klub untuk memberi informasi,” katanya.
Setelah sosialisasi SIAP, Piala Suratin rencananya akan digelar di Jember akhir Oktober atau awal November. “Insyallah dua atau tiga pekan lagi baru kick-off. Kami sudah berkoordinasi dengan Asprov Jatim. Ini seleksi alam, tim yang melakukan pembinaan otomatis akan aktif di keanggotaan Askab. Tim yang selama dua tahun tidak mengikuti kompetisi resmi terakhir, otomatis akan gugur keanggotaannya,” kata Denny. [wir]






