Surabaya (beritajatim.com) – Prodi Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) Untag Surabaya punya cara tersendiri untuk memilih ketua himpunan mahasiswa, yakni memakai sistem voting berbasis website.
Kaprodi Sistekin Untag Surabaya Supangat mengatakan, sesuai dengan fokus Prodi Sistekin, pemanfaatan digitalisasi ‘Sistekin Vote’ menjadi salah satu pembelajaran bagi mahasiswa dalam menghasilkan demokrasi yang baik dan benar.
“Ekspresi Demokrasi sebagai wadah suara mahasiswa Sistekin Untag Surabaya, didukung aspek digitalisasi yang belum diterapkan di tempat lain. Mahasiswa menentukan pilihan dengan suara hati, hasilnya dapat dilihat langsung, dan berakhir dengan damai,” ujarnya, Selasa (5/12/2023).
Supangat menilai, mahasiswa perlu berperan aktif dalam mendukung kegiatan perguruan tinggi. Kendati ini hanya himpunan, namun arahnya harus dapat menyokong kegiatan di prodi, fakultas, dan universitas.
“Sehingga, kinerja perguruan tinggi dapat dilihat dari sisi peran mahasiswa. Kita menggerakkannya dari himpunan,” tutur Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya tersebut.

Kegiatan bertema ‘Mengembangkan Kemampuan Kepemimpinan dan Organisasi Efektif’ ini menjadi momen angkatan pertama mahasiswa Sistekin Untag Surabaya dalam pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa 2023.
Ada 3 kandidat calon Ketua Himpunan, nomor urut satu Muhammad Ivan Hakim, nomor urut dua Riyan Wahyu Prasetyo, dan nomor urut tiga Aileen Vaniadahayu.
Pemilihan tersebut dihadiri oleh para dosen Sistekin dan awak media yang memberikan pertanyaan sebagai penilaian tambahan untuk setiap kandidat.
Baca Juga: Untag Raih Dua Penghargaan Anugerah Kampus Unggulan 2023
Dalam hasil pemilihan langsung melalui website ‘Sistekin Vote’, kandidat nomor urut satu meraih vote tertinggi dengan 65 suara dari 75 pemilih. Kandidat nomor urut dua mendapatkan 7 suara, sementara kandidat nomor urut tiga memperoleh 3 suara dari total 75 pemilih.
Terpilih sebagai ketua himpunan, Ivan dalam visinya mengaku jika dirinya ingin menjadikan himpunan sebagai pelopor inovasi dan pengembangan sistem teknologi informasi, serta wadah pengembangan potensi mahasiswa yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
“Selain itu, saya ingin mendorong teman-teman mahasiswa untuk berwirausaha di bidang sistem dan teknologi informasi,” tegasnya. [ipl/ted]






