Surabaya (beritajatim.com) – Setelah melalui proses yang panjang, film dokumenter “Ininnawa: An Island Calling” telah dirilis pada tahun ini. Film ini merupakan lanjutan dari film “Suster Apung” yang dirilis pada tahun 2006.
Sutradara film “Ininnawa: An Island Calling,” Arfan Sabran menyebutkan bahwa pembuatan film ini membutuhkan waktu yang tak singkat.
“Mulai pembuatan film sekitar 2010 dan selesai tahun 2021,” ucap Arfan saat menghadiri acara pemutaran film “Ininnawa: An Island Calling” di Tunjungan Plaza Surabaya, Selasa (19/9/2023).
Meski membutuhkan waktu yang lama, namun usaha Arfan tak sia-sia. Film dokumenter ini berhasil meraih penghargaan Piala Citra Festival Film Indonesi (FFI) 2022.
Arfan juga menjelaskan makna Ininnawa yang digunakan sebagai judul film. Dia mengungkapkan, Istilah ininnawa diambil dari bahasa Bugis.
BACA JUGA: Sinopsis “Di Ambang Kematian”, Film Horor yang Tayang Akhir September 2023
“Ininnawa ini artinya ketulusan hati untuk melakukan hal yang baik dalam bahasa bugis,” ungkap Arfan.
Judul ini menggambarkan tokoh dalam film tersebut yang memiliki ketulusan hati untuk menolong pasien meskipun dengan fasilitas terbatas.
Sinopsis Film “Ininnawa: An Island Calling”
Film ini menceritakan tentang perjuangan Rabiah bersama anaknya yang bernama Mimi. Keduanya merupakan tenaga kesehatan yang berada di pulau terpencil.
Pengabdian Rabiah dan Mimi dalam menjalankan perannya sebagai nakes bukanlah hal yang mudah. Mereka harus menempuh perjalanan jauh sekitar 30 jam untuk menolong para pasien di pulau terpencil dengan menggunakan perahu.
Demi menjalankan tugasnya, Mimi yang memiliki anak dan suami harus rela berpisah. Meski begitu, Mimi tetap rutin berkomunikasi dengan keluarganya melalui handphone.
BACA JUGA: Sinopsis “Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul” yang Tayang Akhir September 2023
Selain itu, jumlah nakes yang terbatas juga menjadi salah satu kendala. Rabiah dan Mimi harus sigap ketika mendapatkan panggilan dari pasien yang membutuhkan penanganan pada malam hari atau dini hari.
Film ini juga menceritakan bagaimana keadaan di pulau terpencil itu saat menghadapi virus Covid-19, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga dampak bagi masyarakat sekitar. (nap)






