Surabaya (beritajatim.com)– Laut Tengah adalah film religi yang dirilis pada tanggal 3 Oktober 2024, yang sekarang Laut Tengah sudah tayang diNetflix.
Film Laut Tengah menampilkan perpaduan budaya Indonesia dan Korea Selatan, memberikan nuansa unik yang bisa menarik penonton.
Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Berliana Kimberly, dan disutradarai oleh Archie Hekagery dengan naskah yang ditulis oleh Oka Aurora, serta di produksi oleh Starvision dan Legacy Pictures. Dan di peran kan oleh Yoriko Angeline, Ibrahim Risyad, Anna Jobling, Aliando Syarief, Gabriel Prince, Azkya Mahira, Pritt Timothy, Cut Mini, Nungki Kusumastuti, Djenar Maesa Ayu
Alya Hagia Sophia, yang akrab di panggil Haia (diperankan oleh Yoriko Angeline) adalah seorang wanita muda yang cerdas dan bersemangat. Sejak kecil, Haia mempunyai impian besar untuk melanjutkan S2 di Korea Selatan, dimana Korea Selatan adalah negara yang ia kagumi karena kemajuan teknologi dan budayanya.
Dengan memiliki tekad yang kuat, Haia berusaha untuk bisa mendapatkan beasiswa yang bisa mewujudkan impiannya tersebut. Namun perjalanan yang ia lewati tidak lah mudah, berbagai rintangan, termasuk persaingan yang ketat dan keterbatasan finansial. Di tengah perjuangannya, Haia dihadapkan pada situasi yang tidak terduga. Prof. Fatih, yang mengetahui kesulitan yang dihadapi Haia, menawarkan sebuah solusi yang mengejutkan.
Ia mengusulkan agar Haia menikah dengan Bhumi (Ibrahim Risyad), suami dari keponakannya, Aisa (Anna Jobling). Aisa dikenal sebagai wanita yang saleha dan baik hati. Tawaran ini tentu menempatkan Haia dalam dilema besar. Di satu sisi, pernikahan ini dapat membuka jalan baginya untuk melanjutkan studi ke Korea Selatan.
Di sisi lain, ia harus mempertimbangkan perasaannya sendiri dan dampak dari keputusan tersebut.
Setelah melalui berbagai pertimbangan berat, Haia akhirnya menerima tawaran tersebut. Pernikahan ini membuka jalan baginya untuk melanjutkan studi, dan Aisa, yang mengetahui situasi tersebut, tetap memperlakukan Haia dengan baik. Kehidupan Haia pun berjalan seiring dengan pencapaian akademiknya, hingga ia berhasil menyelesaikan S2 di Korea Selatan.
Namun, kebahagiaan Haia tidak berlangsung lama. Kabar duka datang saat Aisa meninggal dunia, meninggalkan dua anak. Haia harus menghadapi dilema baru. Ia dihadapkan pada pilihan untuk kembali ke Indonesia dan mengambil peran sebagai ibu bagi anak-anak Aisa, atau tetap di Korea Selatan dan mengejar karier yang telah ia impikan. Keputusan ini menjadi titik balik dalam hidup Haia, di mana ia harus menyeimbangkan antara impian pribadi dan tanggung jawab keluarga. [aje]






